Stok Beras Aman Hingga 2027, Pemkab Banjar Gelar Pasar Murah dan Subsidi Pangan di Bulan Ramadan
MARTAPURA — Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan selama bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar kegiatan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, Hamdani, menyampaikan kabar baik terkait ketahanan pangan daerah. Ia memastikan bahwa stok beras di wilayah Kabupaten Banjar berada dalam kondisi sangat aman.
”Berdasarkan hasil panen petani di Kabupaten Banjar selama tahun 2025 yang mencapai 186.668 ton, setelah dikonversi, ketersediaan beras kita berada di angka 107.226 ton. Jumlah ini dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun 2026, bahkan diproyeksikan cukup hingga Oktober 2027,” ungkap Hamdani, Rabu (18/2/2026).
Sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk meringankan beban masyarakat pada Ramadan ini, DKPP mengalokasikan 16.000 liter beras dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah. Beras tersebut disubsidi sebesar Rp5.000 per liter dari harga pasaran.
Untuk memudahkan distribusi, beras telah dikemas (di-packing) sebanyak 4 liter per kantong. Hamdani menekankan bahwa pasokan beras yang dijual ini murni berasal dari pemberdayaan petani lokal dan penggilingan binaan DKPP Kabupaten Banjar.
”Masyarakat yang ingin membeli beras bersubsidi ini diwajibkan untuk membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP),” tegasnya.
Kegiatan GPM ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, dan menyasar 20 kecamatan yang bertepatan dengan lokasi Safari Ramadan pemerintah daerah.
Selain beras, Pemkab Banjar juga memberikan subsidi untuk komoditas ikan segar. Sebanyak 100 kilogram ikan, yang terdiri dari 50 kilogram ikan Nila dan 50 kilogram ikan Patin, disiapkan untuk masyarakat dengan nilai subsidi sebesar Rp10.000 per kilogram.
Namun, berbeda dengan distribusi beras yang tersebar di 20 kecamatan, pasar murah khusus komoditas ikan ini hanya diselenggarakan di lima kecamatan saja, yaitu Kecamatan Astambul, Kertak Hanyar, Martapura Kota, Beruntung Baru, dan Cintapuri.
Melalui kegiatan Pasar Murah ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi di daerah dapat dikendalikan dengan baik selama periode Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

