Target PAD Rp1,5 Miliar, Kebun Raya Banua Usulkan Tiket Masuk Naik
Banjarbaru – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 terus dimatangkan. UPTD Kebun Raya Banua mengusulkan penyesuaian tarif tiket masuk sebagai langkah strategis untuk mendorong pendapatan sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, menyampaikan bahwa revisi tarif dinilai realistis dan berpotensi mendongkrak capaian PAD hingga melampaui target Rp1,5 miliar.
“Kalau kebijakan revisi tarif disetujui, misalnya dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu, kami optimistis pendapatan Kebun Raya bisa melampaui target Rp1,5 miliar,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (13/1/2026).
Dalam usulan tersebut, tarif masuk direncanakan menjadi Rp10.000 untuk pengunjung umum, Rp8.000 untuk pelajar, dan Rp6.000 untuk anak-anak. Penyesuaian ini disebut sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan operasional dan pengembangan kawasan Kebun Raya Banua ke depan.
Meski demikian, Firmansyah menegaskan bahwa rencana kenaikan tarif masih dalam tahap pembahasan dan menunggu persetujuan sesuai regulasi serta peraturan daerah yang berlaku.
“Usulan sudah kami sampaikan, namun tentu masih harus melalui proses kebijakan dan menunggu ketentuan peraturan daerah,” jelasnya.
Ia berharap, jika usulan tersebut disetujui, pengelolaan Kebun Raya Banua dapat berjalan lebih optimal, baik dari sisi pelayanan pengunjung maupun pengembangan fasilitas.
“Mudah-mudahan bisa disetujui, sehingga pengelolaan Kebun Raya Banua semakin sejalan dengan kebutuhan dan pengembangannya,” pungkasnya.

