Tingkatkan Standar Pelayanan, RSD Idaman Banjarbaru Fokus pada Inovasi Fasilitas dan Penguatan SDM
BANJARBARU – Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru terus berkomitmen memperkuat posisinya sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama di Kalimantan Selatan. Melalui berbagai langkah strategis, manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kota Banjarbaru ini fokus pada peningkatan kualitas pelayanan, modernisasi fasilitas, hingga efisiensi birokrasi bagi pasien.
Kepala Unit Humas, Pemasaran, dan Customer Service RSD Idaman Banjarbaru, Muhammad Abrar, S.Kep., Ns, menyampaikan bahwa seluruh pembenahan yang dilakukan bermuara pada satu indikator utama, yakni kepuasan masyarakat.
1. Prioritas Kualitas Pelayanan & Kepuasan Pasien
Menurut Abrar, aspek pelayanan menjadi garda terdepan dalam operasional rumah sakit. Pihaknya terus melakukan evaluasi berkala melalui survei kepuasan pelanggan untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang humanis dan cepat.
”Kami menyadari bahwa kenyamanan pasien bukan hanya soal kesembuhan medis, tapi juga keramahan dan kecepatan alur pelayanan,” ujar Abrar.
2. Pengembangan Fasilitas & Inovasi Digital
Guna menunjang pelayanan medis yang komprehensif, RSD Idaman terus melakukan pemutakhiran sarana dan prasarana. Inovasi tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga transformasi digital dalam sistem pendaftaran untuk memangkas waktu antrean.
3. Kekuatan SDM: Didukung 975 Tenaga Profesional
Dalam hal manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), RSD Idaman Banjarbaru didukung oleh kekuatan personel yang solid. Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, total staf yang menggerakkan operasional rumah sakit mencapai 975 orang.
Abrar merincikan bahwa komposisi ini terdiri dari berbagai latar belakang status kepegawaian, termasuk 437 PNS, 62 PPPK, dan 459 tenaga BLUD. Dari sisi medis, rumah sakit ini diperkuat oleh 41 Dokter Spesialis, 27 Dokter Umum, serta tenaga keperawatan yang terdiri dari 348 Perawat dan 83 Bidan.
Pelayanan medis ini juga didukung penuh oleh Profesional Pemberi Asuhan (PPA) lainnya seperti farmasis, nutrisionis, analis, radiologis, serta tenaga profesional lainnya.
”Angka ini mencerminkan kesiapan kami dalam memberikan pelayanan spesialis yang lengkap. Dengan total 975 pegawai, kami memastikan setiap lini, mulai dari medis hingga administrasi, bekerja secara optimal untuk melayani warga Banjarbaru,” tegas Abrar.
4. Respons Isu Strategis dan Kebijakan BPJS
Terkait kebijakan nasional, khususnya pelayanan BPJS Kesehatan, RSD Idaman memastikan transisi kebijakan berjalan lancar. Hal ini merespons keluhan sejumlah pasien JKN-KIS yang mendapati kartu jaminannya sudah tidak aktif karena hasil survei ekonomi terbaru, seperti indikator kepemilikan aset, kendaraan bermotor, hingga rekam jejak belanja online dan kredit kendaraan.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru kini telah memberlakukan sistem UHC (Universal Health Coverage). Bagi warga Kota Banjarbaru yang memiliki KTP dan KK Banjarbaru namun kartu jaminannya tidak lagi ter-cover, dapat mengaktifkan kembali penjaminan melalui mekanisme berikut:
Mendatangi Dinas Sosial Kota Banjarbaru.
Membawa dokumen persyaratan berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat pengantar dari RT setempat.
”Kami terus berkoordinasi dengan BPJS agar proses klaim maupun rujukan berjalan sesuai aturan. Fokus kami adalah memastikan pasien tetap mendapatkan layanan prima tanpa hambatan administratif,” pungkas Abrar.


