ULM dan YABN Bekali Mahasiswa Soft Skill Lewat Seven Habits untuk Siap Hadapi Dunia Pascakampus
Banjarmasin — Upaya menyiapkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) agar siap menghadapi dunia pascakampus tidak hanya dilakukan melalui penguatan akademik, tetapi juga pengembangan minat, bakat, serta keahlian nonakademik. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan pembinaan soft skill bertajuk Seven Habits of Highly Effective People yang diikuti mahasiswa binaan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).
Sebanyak 123 mahasiswa penerima Beasiswa Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) dari ULM dan Universitas Palangkaraya (UPR) mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan pada Selasa (6/1/2026) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan nonakademik YABN yang bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan hidup, karakter, serta kepemimpinan diri sebagai bekal sebelum menyelesaikan studi.
Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, Zuraida Murdia Hamdie, menegaskan bahwa program beasiswa IBFL tidak semata-mata berfokus pada dukungan finansial, seperti pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup, dan tempat tinggal. Menurutnya, pembinaan karakter dan soft skill justru menjadi fondasi penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja maupun kehidupan sosial setelah lulus.
“Beasiswa ini tidak berhenti pada bantuan biaya pendidikan saja, tetapi juga pembinaan mahasiswa sebagai persiapan soft skill sebelum mereka lulus,” ujar Zuraida, Rabu (7/1/2026).
Melalui kerja sama antara Universitas Lambung Mangkurat dan mitra pelatihan Dunamis, konsep Seven Habits of Highly Effective People dipilih untuk membantu mahasiswa membangun kesadaran diri, kepemimpinan personal, serta kemampuan bekerja secara efektif bersama orang lain. Program pembinaan ini dirancang secara berjenjang dan berkelanjutan, dimulai dari Seven Habits, dilanjutkan dengan Find Your Voice, hingga Career Readiness.
Bagi mahasiswa ULM, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis untuk mengasah keahlian nonteknis yang tidak selalu diperoleh secara langsung di bangku kuliah. Salah satu peserta, Muhammad Nasir, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, mengaku pelatihan ini memberikan perspektif baru dalam membangun pola pikir dan karakter kepemimpinan sejak dini.
“Setelah mengikuti Seven Habits, target saya adalah berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, mahasiswa ULM tidak hanya didorong untuk unggul secara akademik, tetapi juga dipersiapkan sebagai lulusan yang memiliki karakter kuat, kebiasaan positif, serta keterampilan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan masa depan. Sinergi antara ULM dan YABN ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mengembangkan potensi mahasiswa agar siap berkontribusi secara profesional maupun sosial di tengah masyarakat.

