BerandaHabar BanjarUpdate Banjir Kabupaten Banjar:...

Update Banjir Kabupaten Banjar: Wilayah Terdampak Menyusut, Namun Jumlah Korban Melonjak

Terbaru

MARTAPURA – Situasi banjir di Kabupaten Banjar menunjukkan anomali yang mengkhawatirkan pada awal tahun 2026 ini. Meskipun cakupan desa yang terendam air terpantau berkurang, beban sosial di lapangan justru semakin berat seiring dengan melonjaknya jumlah warga dan kelompok rentan yang terdampak secara signifikan hanya dalam waktu satu hari.

​Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, pada Selasa (30/12/2025), banjir merendam 152 desa/kelurahan di 10 kecamatan. Memasuki hari Rabu (31/12/2025), jumlah tersebut sebenarnya menurun menjadi 137 desa di wilayah kecamatan yang sama.

​Meski secara geografis wilayah terdampak menyusut, data menunjukkan bahwa kepadatan warga yang merasakan dampak langsung justru meningkat pesat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, membenarkan adanya pergeseran kondisi tersebut.

​“Meski secara jumlah desa terjadi penurunan, dampak terhadap masyarakat justru bertambah,” ungkap Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026) pagi.

​Berikut adalah perbandingan data dampak banjir antara 30 Desember dan 31 Desember 2025:
​Rumah Terdampak: Meningkat dari 5.129 menjadi 7.187 rumah.
​Kepala Keluarga (KK): Naik dari 27.253 menjadi 33676 KK.
Total Jiwa: Bertambah dari 85.809 menjadi 91.790 jiwa.
​Jumlah Pengungsi: Dari 2.169 menjadi 4.110 jiwa.

​Kenaikan drastis juga terlihat pada kategori kelompok rentan yang memerlukan penanganan khusus. Data mencatat kenaikan signifikan pada hampir seluruh kategori:
​Lansia: Meningkat dari 1.660 menjadi 2.519 orang.
​Anak-anak: Naik dari 959 menjadi 1.606 orang.
​Balita: Bertambah dari 746 menjadi 1.098 orang.
​Ibu Hamil: Dari 133 menjadi 233 orang.
​Bayi: Dari 324 menjadi 411 orang.
​Disabilitas: Meningkat dari 213 menjadi 255 orang.

​Yudi menjelaskan bahwa data terbaru ini menjadi acuan utama bagi pemerintah dalam memetakan logistik dan personel di lapangan, khususnya di titik-titik rawan sepanjang aliran sungai. Terutama di wilayah dengan genangan yang masih bertahan sekitar bantaran Sungai Martapura.

​Ia memastikan bahwa Pemkab Banjar tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan mitigasi berkelanjutan demi keselamatan warga.

​“Kami memahami ketidaknyamanan dan kesulitan yang dirasakan oleh masyarakat terdampak, dan hal tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjar,” tegasnya.

​Menutup keterangannya, Sekda mengimbau agar masyarakat tetap menjaga solidaritas di tengah masa sulit ini.

​“Dengan kebersamaan, gotong royong, serta dukungan seluruh masyarakat, kita semua berharap kondisi akan berangsur membaik. Tetap waspada, saling menjaga, dan jangan ragu melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka