Usung Prinsip “Hidup Menghidupi”, Master Chef Raden Irvan Kurnia Dewanto Dukung Program MBG Lewat Bakery Sehat di Banjarbaru
BANJARBARU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan nyata dari Chef ternama, Raden Irvan Kurnia Dewanto. Lewat bisnis bakery yang berlokasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Chef Irvan tidak hanya menghadirkan ribuan roti sehat bernutrisi untuk anak-anak, tetapi juga membawa misi mulia pemberdayaan masyarakat lokal.
Berpegang teguh pada prinsip bisnis “Hidup Menghidupi”, Chef Irvan memastikan bahwa usahanya hadir membawa manfaat luas. “Setiap bisnis yang saya lakukan harus bermanfaat, bisa menghidupi banyak orang, dan berguna untuk kemaslahatan masyarakat,” tegasnya lewat Whatsapp.
Misi sosial tersebut diwujudkan dengan membuka lapangan pekerjaan yang menyasar anak-anak muda untuk dididik menjadi tenaga ahli bakery, serta memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan dana tambahan untuk keluarga mereka.
Produk yang ditawarkan bukanlah roti biasa. Untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dalam program MBG, bakery ini memproduksi roti sehat tanpa bahan pengawet. Penggunaan susu dan telur segar tetap dipertahankan sebagai pelengkap gizi esensial.
Lebih jauh, Chef Irvan melihat peluang dari pergeseran gaya hidup. “Negara kita sedang bergerak menuju negara maju. Pola hidup masyarakat yang semakin cepat dan sibuk akan membuat konsumsi nasi di momen tertentu berkurang,” jelasnya.
Ia juga mengawinkan visi ini dengan kearifan lokal masyarakat Kalimantan Selatan yang memiliki tradisi menikmati roti sebagai celupan teh atau kopi di pagi dan sore hari.
Memproduksi ribuan roti dengan target harga pokok produksi (HPP) yang ketat dan budget yang efisien tentu menghadirkan tantangan tersendiri, terutama di sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk menyiasatinya, Chef Irvan menerapkan sistem Work Place Training.
”Pendampingan tim produksi menggunakan sistem work place training. Jadi mereka belajar langsung sambil bekerja. Porsinya adalah 80% praktik langsung di tempat kerja dan 20% season class training,” ungkap Chef Irvan. Sistem ini dinilai paling efektif untuk memacu kecepatan dan ketepatan kerja karyawan.
Guna memastikan ribuan roti yang diproduksi setiap hari memiliki kualitas dan standar yang sama, proses produksi dipecah menjadi sistem divisi (section) yang sangat terstruktur. Alur produksi dibagi menjadi lima tahapan:
Section 1: Penimbangan Bahan
Section 2: Pengadukan Adonan
Section 3: Pembentukan Adonan
Section 4: Pengovenan (Pemanggangan)
Section 5: Packing & Quality Control (QC)
Setiap section dikomandoi oleh seorang leader terpilih yang telah melewati pelatihan intensif. Tidak berhenti di situ, manajemen juga menerapkan sistem cross-training antar section. Tujuannya agar seluruh karyawan tidak hanya terpaku pada satu tugas, melainkan menguasai keseluruhan proses produksi bakery dengan baik dan benar.
Melalui kombinasi produk bernutrisi, efisiensi operasional, dan komitmen tinggi pada pemberdayaan masyarakat, kiprah Chef Raden Irvan Kurnia Dewanto di Banjarbaru diharapkan dapat menjadi percontohan bisnis kuliner yang berdampak positif bagi kemajuan daerah dan kesuksesan program MBG.


