BerandaHabar BanjarViral Video Longsor di...

Viral Video Longsor di Tambang Batu Awang Bangkal Barat, Dipastikan Tak Ada Korban Jiwa maupun Alat Berat yang Tertimbun

Terbaru

BANJAR – Sebuah video yang memperlihatkan peristiwa longsor di kawasan tambang batu gunung Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, viral di media sosial dan sempat membuat geger warganet. Namun, hasil penelusuran di lapangan memastikan bahwa kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material, Rabu (5/11/2025).

Pengawas alat tambang, Rudi Kusnadi, menjelaskan bahwa peristiwa longsor terjadi pada Senin (3/11/2025) sekitar pukul 15.20 WITA. Ia mengungkapkan, sebelum kejadian sempat terjadi hujan deras yang menyebabkan tanda-tanda awal berupa serpihan-serpihan kecil di tebing tambang.

“Hari Senin pagi kami sempat produksi. Namun sekitar pukul 12.00 hujan deras turun, saat itu mulai terlihat tanda-tanda adanya serpihan-serpihan kecil yang runtuh. Melihat kondisi tersebut, saya memutuskan menghentikan seluruh kegiatan sementara waktu,” ujarnya.

Menurutnya, intensitas runtuhan kemudian semakin meningkat hingga akhirnya terjadi longsor. Namun, berkat langkah antisipatif, seluruh operator berhasil dievakuasi dengan aman.

“Komunikasi terus kami lakukan melalui ORARI. Operator yang semula berada di bawah segera kami instruksikan naik ke atas. Sekitar pukul 15.20 longsor terjadi, tapi alat ekskavator aman, sudah diparkir di tempat aman. Jadi tidak ada alat yang tertimbun,” jelas Rudi.

Ia menegaskan, informasi yang menyebut adanya korban jiwa maupun alat berat tertimbun adalah tidak benar atau hoaks. “Saya sendiri saksi hidupnya,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik tambang CV Sumber Rezeki, H. Muhammad, juga memastikan situasi kini sudah aman dan tidak ada gangguan aktivitas di sekitar lokasi.

“Sekarang sudah aman, tidak ada lagi yang terganggu. Kejadian kemarin sekitar jam 3 lewat, dan tidak ada korban jiwa maupun kerugian sama sekali. Bahkan menurut kami ini ada rezekinya, karena tidak perlu lagi dilakukan pembreakeran batu secara manual,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas produksi sementara dihentikan untuk alasan keselamatan, dan akan dilanjutkan setelah kondisi benar-benar stabil. “Kami tetap berhati-hati dan waspada. Mudah-mudahan tidak terjadi hal serupa lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Awang Bangkal Barat, Pajrul Ripani, menegaskan bahwa lokasi kejadian tidak ada kaitannya dengan KDMP di desa tersebut, melainkan merupakan wilayah kerja CV Sumber Rezeki.

“Perlu kami tegaskan bahwa kejadian ini tidak ada hubungannya dengan KDMP kami. Kami sudah turun langsung ke lokasi, dan melihat sendiri bahwa area tersebut milik CV Sumber Rezeki. Informasi di media sosial yang menyebut keterlibatan KDMP itu hoaks,” tegas Pajrul.

Ia juga menambahkan, setelah pengecekan langsung ke lapangan, tidak ditemukan adanya unsur rekayasa ataupun indikasi kerusakan berarti. “Kita semua sudah melihat bersama, tidak ada alat berat tertimbun ataupun kerusakan. Jadi semuanya sudah jelas,” ujarnya.

Dengan demikian, pihak terkait mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial, guna menghindari kepanikan dan kesalahpahaman di masyarakat.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka