RANTAU – Wakil Bupati Tapin, H. Juanda mengikuti rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Command Center, Aula Lantai 3 Kantor Bupati Tapin.
Rapat yang diikuti oleh pemerintah daerah se-Indonesia ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya efektivitas belanja daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menanggapi arahan tersebut, Wabup Tapin H. Juanda menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapin akan memaksimalkan penggunaan anggaran daerah dengan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pesan dari Mendagri agar belanja daerah dilakukan secara efektif dan dimaksimalkan sehingga pembangunan bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas perkembangan inflasi menjelang bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dari minggu ke minggu, seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit.
Namun demikian, menurut Juanda, kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
“Beberapa komoditas memang ada kenaikan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit, namun tidak terlalu signifikan. Mudah-mudahan kenaikan ini hanya sementara dan tidak terjadi lonjakan yang ekstrem,” jelasnya.
Selain pengendalian inflasi, Pemerintah Kabupaten Tapin juga akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan maupun pembangunan jalan dan jembatan.
Menurut Wabup, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat kemampuan belanja daerah mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya kapasitas anggaran daerah mencapai sekitar Rp1,9 triliun, kini berkurang sekitar Rp500 miliar.
“Dengan adanya kebijakan tersebut, kemampuan belanja daerah kita sekitar Rp1,4 triliun. Oleh karena itu, kita fokus pada program prioritas seperti pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan, selain program mandatori seperti pendidikan,” ungkapnya.
Ia berharap, meskipun terdapat penyesuaian anggaran, pembangunan di Kabupaten Tapin tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


