Waspada! Irigasi Riam Kanan Bakal Dikeringkan Total Selama 2 Bulan, Ini Jadwalnya
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi mengumumkan rencana pengeringan besar-besaran di Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan. Langkah ini diambil sebagai upaya pemeliharaan vital terhadap jaringan irigasi yang melintasi Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Sidang Komisi Irigasi Provinsi Kalsel yang menyepakati jadwal pemeliharaan rutin guna menjaga keandalan distribusi air bagi masyarakat dan petani.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Wahid Ramadani, mengungkapkan bahwa kondisi saluran saat ini sudah sangat memprihatinkan akibat pertumbuhan gulma yang masif.
“Pertumbuhan gulma di saluran primer sangat pesat karena adanya penumpukan sedimen atau lumpur di dasar saluran. Hal ini menutup penampang basah saluran sehingga aliran air terhambat,” ujar Wahid pada Selasa (17/3/2026).
Ratusan Kilometer Saluran
Dalam operasi ini, Dinas PUPR tidak hanya membersihkan rumput liar, tetapi juga melakukan perbaikan fisik pada bangunan irigasi yang rusak. Berikut detail teknis kegiatannya:
Saluran Primer: Pembersihan sepanjang 24,047 kilometer.
Saluran Sekunder: Pembersihan sepanjang 62,834 kilometer.
Penurunan Elevasi: Air akan diturunkan hingga 0 meter (dasar saluran) agar alat berat dapat bekerja optimal mengeruk lumpur.
Bagi para petani, pengusaha perikanan, dan pelanggan air minum, harap memperhatikan linimasa berikut:
Jadwal Pengeringan: September s.d. Oktober 2026.
Langkah ini dilakukan secara strategis untuk menjamin ketersediaan debit air pada Musim Tanam I tahun 2026–2027, serta memastikan pasokan air baku untuk air minum tetap stabil di masa depan.
Pemerintah mengimbau seluruh pengguna air di wilayah terdampak untuk segera melakukan persiapan matang sebelum bulan September tiba. Petani diharapkan menyesuaikan pola tanam, sementara pengusaha perikanan disarankan mengatur jadwal panen atau pengisian kolam penampungan.
“Kami berharap masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya. Jika ada perubahan jadwal, akan kami informasikan kembali lewat pengumuman resmi dan media sosial,” tutup Wahid.

