BerandaPendidikanWaspada Sekstorsi di Masa...

Waspada Sekstorsi di Masa Libur, Satgas PPKS ULM Imbau Sivitas Akademika Hindari Video Call Nomor Asing

Terbaru

Waspada Sekstorsi di Masa Libur, Satgas PPKS ULM Imbau Sivitas Akademika Hindari Video Call Nomor Asing

Banjarmasin – Memasuki masa libur panjang pasca ujian akhir semester, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh sivitas akademika agar lebih waspada terhadap panggilan video dari nomor tidak dikenal.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya sejumlah aduan kasus yang pernah ditangani Satgas PPKS ULM, terkait pemerasan yang menimpa mahasiswa maupun dosen melalui modus Video Call Sex (VCS). Dalam praktiknya, pelaku memanfaatkan rekaman bernuansa seksual untuk mengancam dan memeras korban dengan tuntutan sejumlah uang.

Ketua Satgas PPKS ULM, Siti Maulina Hairini, menjelaskan bahwa kejahatan tersebut dikenal dengan istilah sekstorsi, yakni bentuk pemerasan yang disertai ancaman untuk mempermalukan, menyakiti, atau merugikan korban. Istilah sekstorsi sendiri berasal dari gabungan kata sex (seks) dan extortion (pemerasan).

“Beberapa aduan yang kami terima berawal dari perkenalan dengan orang baru di media sosial atau aplikasi pesan. Setelah itu, korban diajak melakukan video call bernuansa seksual, yang kemudian dijadikan alat untuk memeras,” ungkap Lena, sapaan akrabnya, Kamis (15/1/2025).

Ia menambahkan, sebelum imbauan ini dikeluarkan, Satgas PPKS ULM telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada mahasiswa mengenai berbagai modus kejahatan seksual berbasis digital, termasuk sekstorsi.

Menurut Lena, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah kejahatan tersebut. Ia menegaskan agar sivitas akademika tidak sembarangan menerima panggilan video dari nomor yang tidak dikenal, meskipun sebelumnya sempat berkomunikasi melalui pesan singkat.

“Walaupun sudah berkenalan lewat chat di salah satu aplikasi, tetapi belum benar-benar mengenal orang tersebut, sebaiknya jangan mengangkat video call-nya,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi saat ini memungkinkan manipulasi visual yang sangat canggih. Bahkan, dalam beberapa kasus, korban atau pelaku dapat terlihat seolah-olah dalam kondisi tidak mengenakan pakaian akibat rekayasa digital.

“Teknologi sekarang sangat canggih. Bisa saja ketika video call diangkat, muncul tampilan yang sudah diedit sedemikian rupa dan itu kemudian disalahgunakan untuk menekan korban,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka