Paringin – Sebanyak 126 siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Balangan menerima beasiswa Program Kartu Balangan Pintar yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia tahun 2025.
Penyerahan bantuan berupa paket perlengkapan sekolah dilaksanakan di Aula I Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Paringin Selatan, Rabu (11/2/2026).
Mewakili Bupati Balangan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aidinnor, menyampaikan apresiasi kepada PT Adaro Indonesia atas komitmen mendukung keberlanjutan pendidikan di daerah.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan belajar, seperti alat tulis, tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.
“Kami berharap bantuan ini digunakan dengan bijak. Tidak perlu membeli perlengkapan yang mahal, yang penting bisa digunakan dengan baik. Anak-anak juga perlu belajar berhemat tanpa mengurangi semangat dan kualitas belajar,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Kabupaten Balangan, Rafiul Amal, menjelaskan penerima manfaat merupakan siswa dari keluarga kurang mampu yang diusulkan langsung oleh pihak sekolah karena berisiko putus sekolah.
Dalam pelaksanaannya, Program Kartu Balangan Pintar turut melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai mitra penyedia perlengkapan sekolah. Dana CSR disalurkan langsung kepada UMKM untuk menyiapkan paket bantuan yang kemudian diserahkan kepada siswa.
“Melalui program ini, kami berharap para siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka,” katanya.
Sementara itu, CSR Supervisor PT Adaro Indonesia, Zulfadeli Rahman, menegaskan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperluas akses pendidikan yang layak bagi anak-anak Balangan.
“Kami berharap bantuan ini berdampak nyata dalam menurunkan angka putus sekolah dan memotivasi anak-anak untuk terus bersekolah. Ke depan, kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pendidikan,” tambahnya.
Program Kartu Balangan Pintar diharapkan menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam pembangunan sumber daya manusia.


