BANJARBARU – Dua puluh hari menjadi masa yang penuh tantangan bagi 33 pelajar terpilih Kota Banjarbaru. Selama menjalani pembinaan secara intensif, mereka ditempa dengan disiplin, kekompakan, tanggung jawab hingga ketangguhan mental sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Banjarbaru 2026.
Sebanyak 16 putra dan 17 putri resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby di Gedung Bina Satria, Sabtu (15/8/2026) malam.
Pengukuhan tersebut menjadi penanda bahwa ke-33 pelajar itu siap mengemban tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Mereka merupakan pelajar pilihan dari berbagai sekolah di Kota Banjarbaru yang sebelumnya harus melewati rangkaian seleksi, pendidikan, serta pelatihan intensif.
Selama masa pembinaan, kemampuan baris-berbaris bukan satu-satunya aspek yang diasah. Para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait kedisiplinan, tanggung jawab, penguatan mental, kekompakan, serta pembentukan karakter.
Dalam prosesi pengukuhan, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby secara simbolis menyematkan Lencana Merah Putih Garuda dan memasangkan kendit kepada pemimpin upacara.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarbaru, Hidayaturahman, mengatakan proses pembinaan Paskibraka dirancang untuk membentuk karakter peserta sekaligus mempersiapkan mereka menjalankan tugas negara.
“Pemusatan latihan dilaksanakan selama 20 hari secara berasrama. Selama mengikuti pembinaan, mereka tidak diperkenankan menerima kunjungan dan alat komunikasi dikumpulkan agar para peserta bisa fokus mengikuti seluruh rangkaian pelatihan,” ujar Hidayaturahman.
Menurutnya, pembatasan tersebut merupakan bagian dari pola pembinaan agar peserta dapat berkonsentrasi penuh selama menjalani pendidikan dan pelatihan.
“Pembinaan ini bukan hanya untuk mempersiapkan mereka dalam menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga membentuk karakter. Setelah bertugas, mereka akan dipersiapkan menjadi Duta Pancasila Kota Banjarbaru,” katanya.
Dengan demikian, tugas ke-33 Paskibraka Banjarbaru tidak berakhir setelah Sang Merah Putih berkibar di lapangan upacara.
Mereka diharapkan mampu membawa nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi teladan bagi teman sebaya, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Bagi para orang tua, terpilihnya anak sebagai anggota Paskibraka juga menjadi kebanggaan tersendiri. Suparno, salah seorang orang tua anggota Paskibraka, mengaku bangga putranya berhasil melewati proses seleksi dan menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera.
“Yang pasti, kami sebagai orang tua sangat bangga kepada anak kami yang sudah berhasil terpilih dari sekian banyak peserta seleksi,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka dapat menjadi bekal bagi putranya untuk membangun kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta karakter yang lebih kuat di masa depan.
Pengukuhan tersebut turut disaksikan jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, sejumlah pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Banjarbaru, serta para pembina dan pelatih.
Kini, 33 pelajar tersebut telah menerima amanah untuk menjalankan tugas pada momentum bersejarah bagi bangsa. Pada 17 Agustus 2026, mereka akan menjadi bagian penting dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih.
Dua puluh hari pembinaan menjadi bekal. Namun, tugas pada hari kemerdekaan menjadi pembuktian atas disiplin, kekompakan, mental, dan tanggung jawab yang telah mereka bangun selama masa pelatihan.




