BerandaPendidikan363 Peserta Berebut Tingkatkan...

363 Peserta Berebut Tingkatkan Kualitas Riset, ULM Bekali Peneliti Menulis Proposal dengan AI

Terbaru

BANJARMASIN – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi perhatian dalam pengembangan riset perguruan tinggi. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pun mendorong sivitas akademikanya memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kualitas penelitian, tanpa mengabaikan etika dan integritas ilmiah.

Upaya itu diwujudkan melalui workshop bertajuk “Menulis Proposal, Laporan, dan Luaran Penelitian dengan Bantuan AI” yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM, Senin (12/10/2026), di Aula Lantai Besar, General Building ULM. Antusiasme terhadap kegiatan ini terbilang tinggi, dengan jumlah pendaftar mencapai 363 peserta.

Workshop menghadirkan Prof. Muhammad Roil Bilad dari Universiti Brunei Darussalam sebagai narasumber. Kegiatan dibuka dengan sambutan Rektor ULM, Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H., serta laporan Kepala LPPM ULM, Prof. Muthia Elma, M.Sc., Ph.D. Turut hadir Sekretaris LPPM ULM, Dr. Yuslena Sari, S.Kom., M.Kom., bersama peserta dari lingkungan perguruan tinggi.

Dalam laporannya, Muthia Elma menyampaikan bahwa tingginya jumlah pendaftar mencerminkan besarnya minat terhadap peningkatan kompetensi penulisan proposal, laporan, dan luaran penelitian melalui pemanfaatan AI. Ia berharap workshop tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus membantu peserta mengembangkan dan menyempurnakan proposal agar lebih kompetitif dalam memperoleh pendanaan riset.

Peluang pendanaan yang disasar tidak hanya berasal dari kementerian, termasuk melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, tetapi juga dari berbagai lembaga pendanaan nasional maupun internasional. Dengan kemampuan menyusun proposal yang lebih baik, sivitas akademika diharapkan semakin siap bersaing mendapatkan dukungan untuk mengembangkan penelitian.

Namun, Rektor ULM Iwan Aflanie mengingatkan bahwa kemudahan yang ditawarkan AI harus diimbangi dengan tanggung jawab. Menurutnya, teknologi ini dapat memberikan manfaat besar bagi dunia akademik, tetapi berpotensi disalahgunakan apabila tidak disertai pemahaman mengenai etika, integritas, dan tanggung jawab pengguna. AI semestinya menjadi alat bantu untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, bukan mengesampingkan nilai-nilai akademik atau menggantikan tanggung jawab peneliti atas karya yang dihasilkan.

Selain menyoroti pemanfaatan AI, Iwan menegaskan pentingnya memperkuat kapabilitas, kredibilitas, dan karakter khas ULM sebagai fondasi pengembangan institusi. Ia juga mendorong budaya kerja yang lebih efektif melalui penguatan koordinasi antara pimpinan universitas, kepala biro, dan fakultas, disertai rapat pimpinan serta penyusunan rencana aksi secara berkala agar pelaksanaan program kerja lebih terarah dan terukur.

Melalui workshop ini, ULM berharap pemanfaatan AI dapat mendorong produktivitas dan kualitas penelitian sekaligus memperluas peluang kolaborasi serta pendanaan riset. Penguasaan teknologi yang dibarengi etika dan integritas diharapkan menjadi modal penting bagi sivitas akademika untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan masyarakat.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka