Banjarbaru – Kafilah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menghadirkan terobosan menarik dalam cabang Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII tahun 2025. Mereka memperkenalkan Istifta, sebuah platform diskusi Islami yang mengedepankan adab dan integritas keilmuan dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Aplikasi ini dirancang sebagai ruang interaktif bagi pengguna untuk bertanya dan berdiskusi seputar keilmuan Islam secara santun dan ilmiah. Menurut salah satu anggota tim ULM, Azka Nabil Taqi, AI dalam Istifta memiliki dua fungsi utama.
“Pertama, menjawab pertanyaan pengguna secara instan untuk kebutuhan mendesak. Kedua, berperan sebagai moderator yang memastikan jalannya diskusi tetap beradab dan sesuai koridor keilmuan,” ujar Azka.

Keunikan lain dari Istifta adalah adanya sistem penanda sensitivitas. “Jika sistem mendeteksi jawaban yang sensitif atau berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, akan muncul kotak berwarna merah sebagai peringatan agar pengguna lebih berhati-hati,” tambahnya.
Proses pengembangan Istifta memakan waktu sekitar dua bulan, mencakup tahap perancangan desain, pengembangan fitur, hingga promosi ke berbagai komunitas dakwah. Ide ini, kata Azka, lahir dari kegelisahan mahasiswa terhadap maraknya komentar negatif terhadap ulama dan tokoh agama di media sosial.
“Kami ingin menghadirkan ruang digital yang lebih sehat dan fokus pada nilai-nilai keilmuan Islam, tanpa disertai ujaran kebencian atau opini yang menyesatkan,” ungkapnya.
Dengan konsep yang selaras dengan kebutuhan era digital, tim Istifta optimistis dapat menembus tiga besar nasional pada kompetisi MTQMN XVIII tahun ini.
“Kami berharap Istifta bisa menjadi solusi nyata dalam menjaga adab berdiskusi serta menegakkan etika di ruang digital,” tutup Azka.
Diketahui, perlombaan cabang Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an MTQMN XVIII akan digelar pada Rabu, 8 Oktober 2025.


