BerandaPendidikanFMIPA ULM Gelar Workshop...

FMIPA ULM Gelar Workshop Farmasi Instrumen dan Non-Instrumen, Dorong Penguasaan Teknologi Analisis dan Kompetensi Akademik

Terbaru

Banjarbaru – Laboratorium Terpadu dan Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menyelenggarakan Workshop Farmasi Instrumen dan Non-Instrumen, yang berlangsung di Laboratorium Terpadu dan Aula Einstein FMIPA ULM.

Kegiatan ini menjadi ajang peningkatan kapasitas akademik dan keterampilan teknis bagi dosen, mahasiswa, serta peneliti di bidang farmasi dan sains terapan.

Workshop terbagi dalam dua bagian utama: Workshop Instrumen dan Workshop Non-Instrumen, masing-masing menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan industri.

Kegiatan Workshop Instrumen dibuka secara resmi oleh Kepala Laboratorium Terpadu ULM, Dr. rer. nat. apt. Liling Triyasmono, M.Sc.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa sivitas akademika memiliki kemampuan praktis dalam menggunakan instrumen canggih yang menunjang riset-riset farmasi modern,” ujar Dr. Liling.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama Prof. Agung Nugroho, S.T.P., M.Sc., Ph.D., yang memaparkan prinsip kerja dan aplikasi berbagai instrumen analisis farmasi.

Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan langsung dari sejumlah vendor instrumen laboratorium terkemuka, antara lain:

  • PT. Wira Lab untuk peralatan ASE dan HPLC,
  • Novatech untuk FTIR,
  • PT. Ascentia untuk XRF dan XRD,
  • PT. Dynatech Internasional untuk SEM, dan
  • Elokarsa untuk ELISA.

Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti praktik langsung di laboratorium, melakukan pengoperasian alat dan analisis sampel nyata di bawah bimbingan teknisi dan instruktur berpengalaman.

Sementara itu, Workshop Non-Instrumen dibuka oleh Wakil Dekan II FMIPA ULM, Dr. Totok Wiyanto, M.Si., yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi non-teknis dalam bidang farmasi, terutama yang berkaitan dengan akreditasi dan kajian ilmiah berbasis bukti.

“Penguatan kapasitas riset tidak hanya pada penguasaan alat, tetapi juga kemampuan metodologis dan tata kelola mutu akademik yang sesuai standar internasional,” tutur Dr. Totok.

Workshop Non-Instrumen terbagi menjadi dua tema besar, yakni:

  1. Akreditasi PTF Internasional: Meningkatkan Standar dan Daya Saing Global,
    disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc.Eng., yang menyoroti pentingnya tata kelola mutu pendidikan tinggi farmasi agar sejalan dengan standar internasional serta berkontribusi terhadap daya saing lulusan.
  2. Clinical – Evidence Based Medicine (EBM): Systematic Review dan Meta-Analysis,
    menghadirkan dua narasumber ahli:
    • Dr. apt. Noor Cahaya, M.Sc., dengan topik “Pengenalan dan Tahapan Systematic Review” mencakup formulasi pertanyaan PICO, strategi pencarian literatur, penggunaan tools seperti Rayyan, serta penilaian kualitas studi dengan RoB2.
    • Dr. apt. Dewi Susanti Atmaja, M.Farm-Klin., dengan topik “Pengenalan dan Implementasi Meta-Analysis”, membahas konsep fixed dan random effect, analisis statistik (forest plot, funnel plot), serta penggunaan perangkat lunak RevMan dan GRADEpro sesuai PRISMA Guidelines.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang datang dari berbagai program studi farmasi di seluruh Indonesia. Para peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan untuk mendukung penelitian dan publikasi ilmiah.

Sebagai penutup, panitia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan secara berkala dalam bentuk pelatihan lanjutan, kolaborasi riset, dan penguatan jejaring industri, guna mendorong inovasi di bidang farmasi dan ilmu kesehatan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka