BerandaHabar TapinSuperflu, Dinkes Tapin: Tak...

Superflu, Dinkes Tapin: Tak Berbahaya, Gejalanya Mirip Flu Biasa

Terbaru

Superflu, Dinkes Tapin: Tak Berbahaya, Gejalanya Mirip Flu Biasa

HABARKALIMANTAN – RANTAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapin memastikan isu penyakit yang disebut superflu tidak perlu disikapi berlebihan. Penyakit tersebut tidak berbahaya dan memiliki gejala yang hampir sama dengan flu biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah, menjelaskan bahwa istilah superflu merupakan penyebutan populer di media untuk varian baru virus influenza yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti H3N2.

”Sebetulnya ini hanya penamaan varian virus influenza saja. Secara klinis, gejalanya sama seperti flu biasa, hanya saja pada beberapa kasus durasi penyembuhannya bisa sedikit lebih lama,” ujarnya saat dihubungi.

Ia menerangkan, pengambilan sampel virus influenza dilakukan secara berkala di tingkat provinsi. Untuk Kalimantan Selatan, pengambilan sampel dilakukan di fasilitas kesehatan tertentu di Banjarmasin dan bukan di seluruh kabupaten/kota.

”Dari hasil pemeriksaan sampel itulah terdeteksi adanya varian baru influenza. Sehingga kemudian disebutkan Kalimantan Selatan juga memiliki varian tersebut. Untuk Tapin sendiri, tidak ada deteksi khusus karena memang tidak dilakukan pengambilan sampel di sini,” jelasnya.

Meski demikian, Irfansyah menegaskan bahwa kasus influenza yang terjadi di masyarakat Tapin selama ini tergolong ringan dan tidak menunjukkan gejala berbahaya.

”Kalau masyarakat berobat, gejalanya ya flu biasa. Tidak ada yang bisa langsung membedakan ini varian apa, karena keluhannya sama seperti flu pada umumnya,” ujarnya.

Terkait gejala, Noor menyebutkan tidak ada perbedaan mencolok dengan flu biasa, seperti demam, pilek, batuk, dan badan terasa tidak enak.

”Penyebarannya juga sama seperti flu biasa, bisa menular lewat kontak dekat, tidak pakai masker, atau daya tahan tubuh menurun,” ujarnya.

Untuk penanganan dan pencegahan, Dinkes Tapin mengimbau masyarakat agar tetap menjaga daya tahan tubuh.

”Cukup jaga kondisi tubuh dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan pola hidup bersih dan sehat. Kalau kondisi tubuh bagus, insyaallah aman,” ucap Irfansyah.

Ia juga menegaskan bahwa penyakit ini tidak bersifat mematikan dan tidak merusak tubuh.

“Ini bukan penyakit berbahaya. Hanya saja informasinya berkembang di media, sehingga terkesan menakutkan. Pada prinsipnya, ini flu biasa dengan varian virus yang berbeda,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka