HABARKALIMANTAN, RANTAU – Panen jagung pakan kuartal IV digelar di Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara. Namun hasilnya belum sepenuhnya menggembirakan.
Dari total 3 hektare lahan milik Kelompok Tani Harapan Indah yang ditanam sejak Oktober 2025, hanya sebagian yang bisa dipanen. Sekitar 4 borong berhasil dipetik, sementara kurang lebih 2,6 hektare lainnya gagal tumbuh optimal.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika melalui Kapolsek Tapin Utara Ipda Budi Santoso menjelaskan, faktor cuaca menjadi penyebab utama rendahnya hasil panen.
“Pada awal tanam masih memasuki akhir musim kemarau sehingga tanaman mengalami kekeringan. Saat fase pertumbuhan justru curah hujan cukup ekstrem, ditambah keterbatasan pupuk,” jelas Budi Santoso.
Panen yang dilaksanakan di Jalan Labuhan (Jaha) RT 008 RW 004 itu turut dihadiri jajaran Polsek Tapin Utara, perwakilan kelurahan, PPL, pengawas swadaya, serta kelompok tani setempat.
Meski hasil belum maksimal, kegiatan ini tetap menjadi bagian dari dukungan terhadap program Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Selain mendukung program swasembada pangan, ini juga bagian dari upaya mendorong roda perekonomian masyarakat setempat, khususnya para petani,” tegasnya.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu tumpuan ketahanan pangan daerah sekaligus sumber penghasilan masyarakat pedesaan.
Sebagian hasil panen saat ini telah dipipil. Ke depan, pihaknya berharap pola tanam dapat menyesuaikan musim serta dukungan sarana produksi lebih memadai agar hasil lebih optimal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.


