BerandaHabar BanjarbaruBerdayakan Masyarakat Rentan, PRSTS...

Berdayakan Masyarakat Rentan, PRSTS Barakat Cangkal Bacari Cetak Wirausaha Mandiri Melalui Pembinaan Intensif

Terbaru

Berdayakan Masyarakat Rentan, PRSTS Barakat Cangkal Bacari Cetak Wirausaha Mandiri Melalui Pembinaan Intensif

BANJARBARU – Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari terus berkomitmen menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kalimantan Selatan. Melalui program pembinaan yang komprehensif, panti ini fokus mentransformasi masyarakat rentan menjadi individu yang mandiri dan memiliki daya saing ekonomi.

Berdasarkan Pergub 05 Tahun 2022, PRSTS Barakat Cangkal Bacari menjalankan fungsi rehabilitasi yang menyasar warga dari 13 kabupaten/kota. Saat ini, terdapat 81 klien yang sedang menjalani pembinaan, terdiri dari 55 perempuan dan 26 laki-laki. Mereka rata-rata merupakan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan masyarakat dari keluarga tidak mampu.

Selama enam bulan masa pembinaan, para klien tidak hanya mendapatkan bimbingan fisik dan mental, tetapi juga pelatihan keterampilan praktis. Terdapat lima jurusan utama, di antaranya:

Tata Boga: Mengadopsi standar kurikulum SMK, klien diajarkan mengolah masakan Indonesia, masakan Oriental (Chinese & Japanese food), hingga aneka kue dan jajanan pasar yang memiliki nilai jual tinggi.

Tata Busana: Pelatihan dimulai dari teknik dasar menjahit hingga pembuatan pola dan produksi pakaian seperti kemeja, daster, hingga baju kerja.

Proses praktik pembuatan pola baju dan menjahit yang dilakukan oleh klien jurusan tata busana.(foto: Teny/HK)

Tata Rias: Klien dibekali keahlian merias wajah (pesta, wisuda, hingga pengantin Banjar), pangkas rambut, serta perawatan kecantikan seperti facial dan smoothing.

“Kami ingin mereka memiliki bekal yang nyata. Di Tata Boga, fokusnya adalah makanan yang cepat laku di pinggir jalan agar mereka bisa langsung berwirausaha saat pulang nanti,” ujar Rina Widayatun, salah satu instruktur panti.

Praktik nailart yang dilakukan oleh klien jurusan Tatarias.(foto:Teny/HK)

Sementara itu, Kepala Panti Fathul Jannah melalui Kasi Pembinaan dan Resosialisasi Gusti Mursiadi mengatakan, poses pendidikan di panti ini terbagi menjadi dua fase penting. Empat bulan pertama difokuskan pada pembelajaran tatap muka dan praktik di dalam panti. Selanjutnya, pada dua bulan terakhir, para klien akan mengikuti Praktik Belajar Kerja (Magang) di berbagai dunia usaha dan industri yang telah menjalin kerja sama.

Dukungan panti tidak berhenti pada pelatihan saja. Sebagai modal awal untuk berdikari, setiap lulusan akan dibekali dengan bantuan peralatan kerja sesuai dengan jurusan yang ditekuni, seperti mesin jahit bagi lulusan Tata Busana atau peralatan salon bagi lulusan Tata Rias.

Program ini diharapkan mampu mengubah status sosial para klien dari yang semula bergantung pada bantuan atau masyarakat rentan, menjadi sosok yang produktif.

“Harapan kami, setelah keluar dari sini mereka bisa mandiri, memperbaiki ekonomi keluarga, dan tidak lagi menjadi beban di masyarakat. Dengan mental yang terbina dan keterampilan yang terasah, mereka siap kembali memulai hidup baru,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka