BPBD Banjarbaru Siapkan Personel dan Posko Hadapi Ancaman Karhutla
Banjarbaru — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menyatakan kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari personel, sarana prasarana, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.
Ketua Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, mengatakan persiapan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta instansi terkait.
“Kami sudah melakukan asesmen, menyiapkan personel, serta sarana dan prasarana yang diperlukan. Yang paling penting adalah kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan relawan,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Ia menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen.
“Bencana ini adalah urusan bersama, sehingga sinergitas menjadi kunci utama dalam penanganannya,” katanya.
BPBD Kota Banjarbaru juga tengah mempersiapkan penetapan status siaga darurat karhutla yang nantinya akan ditetapkan oleh Wali Kota. Setelah status ditetapkan, langkah lanjutan berupa apel siaga dan pendirian posko bersama akan segera dilakukan.
“Posko bersama akan kami dirikan, terutama di titik-titik rawan seperti kawasan ring satu bandara Syamsudin Noor, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Cempaka, dan wilayah lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid, menyampaikan kesiapan juga didukung dengan pembentukan tim cepat tanggap serta penyediaan peralatan pendukung.
“Kami sudah menyiapkan pompa air, tangki air, serta melakukan monitoring hotspot secara berkala,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga terus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi larangan pembakaran lahan, patroli rutin di wilayah rawan, serta pemasangan spanduk peringatan.
Harun menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi peralatan yang dimiliki.
“Peralatan yang rusak akan segera diperbaiki, yang usang akan diganti, dan yang belum tersedia akan dilengkapi,” katanya.
Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah, relawan, maupun masyarakat, dapat memperkuat upaya penanggulangan karhutla di Banjarbaru.
“Kami berharap semua pihak dapat berperan aktif agar penanganan bencana bisa berjalan optimal,” tutupnya.
