BerandaHabar BanjarDinkes Banjar Catat 32...

Dinkes Banjar Catat 32 Kasus Suspek Campak, Hoaks Jadi Tantangan Utama Imunisasi

Terbaru

Dinkes Banjar Catat 32 Kasus Suspek Campak, Hoaks Jadi Tantangan Utama Imunisasi

MARTAPURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat adanya 32 kasus suspek atau spekulatif penyakit campak terhitung sejak Januari hingga Senin (9/3/2026). Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, pemerintah daerah terus menggencarkan program imunisasi di tengah berbagai tantangan di lapangan.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Banjar, Marzuki, menegaskan bahwa imunisasi adalah ujung tombak dalam memutus mata rantai penyebaran campak. Namun, ia mengakui bahwa petugas kesehatan kerap berhadapan dengan fenomena keengganan sebagian orang tua untuk memvaksin anaknya.

​Terkait sebaran warga yang menolak imunisasi, Marzuki menyebutkan bahwa hal tersebut tidak terpusat pada satu demografi tertentu.

​”Sebenarnya tidak ada daerah yang spesifik. Baik di daerah perdesaan maupun perkotaan itu sama saja, pasti ada orang-orang yang menolak. Jadi bukan cuma orang kota, di desa juga ada yang seperti itu,” ungkapnya.

​Marzuki menjelaskan, akar dari penolakan tersebut mayoritas disebabkan oleh misinformasi. Pihak Dinkes sejatinya terus melakukan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat, namun peredaran informasi palsu acap kali bergerak lebih masif.

​”Terkadang kita kalah cepat dengan penyebaran berita hoaks. Mereka seringkali lebih mempercayai hoaks, seperti isu bahwa imunisasi dapat menyebabkan efek samping buruk pada anak dan sebagainya,” keluh Marzuki.

​Padahal, menurutnya, fasilitas dan dukungan dari pemerintah sudah sangat maksimal. Seluruh vaksin diberikan secara gratis. Tidak hanya menunggu warga datang, pihak kesehatan juga menerapkan sistem proaktif untuk menjangkau masyarakat.

​”Pelaksanaan imunisasinya pun kami jemput bola, langsung dilakukan di desa-desa,” tambahnya.

​Sebagai penutup, Marzuki berharap kesadaran warga Kabupaten Banjar terhadap pentingnya kesehatan anak bisa terus meningkat.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka