Banjarmasin – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotasan) Kabupaten Tanah Laut, Rika Amalia, S.STP., M.Si, menghadiri Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blank Spot guna mempercepat pemerataan akses digital di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Galaxy Hotel, Banjarmasin, pada Rabu (29/04/2026), dan menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah, provinsi, dan pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan jaringan telekomunikasi, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sinyal.
Dalam kesempatan itu, Rika Amalia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk menghapus wilayah blank spot secara bertahap hingga tuntas.
“Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berkomitmen menjadikan wilayah bebas blank spot pada tahun 2025. Ini merupakan bagian dari program unggulan Bupati Tanah Laut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data blank spot di Tanah Laut tidak merujuk pada keseluruhan desa, melainkan pada titik-titik tertentu.
“Yang dimaksud 24 blank spot itu adalah 24 titik, bukan 24 desa secara utuh. Biasanya hanya berada di beberapa dusun atau RT dalam satu desa,” jelasnya.
Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah telah melakukan pembangunan infrastruktur pendukung.
Sebanyak lima menara GSM boster telah dibangun di sejumlah wilayah, termasuk Riam Adungan dan Desa Salaman. Menara ini berfungsi memperkuat sinyal dari provider yang paling dominan di lokasi tersebut.
“Di Desa Salaman, keberadaan menara ini sangat membantu, terutama di area sekolah yang sebelumnya tidak memiliki sinyal sama sekali,” tambahnya.
Tidak berhenti di situ, Pemkab Tanah Laut juga telah menyiapkan langkah lanjutan melalui penganggaran pembangunan tambahan.
“Pada tahun 2026, kami telah merencanakan pembangunan di sembilan titik baru. Lokasinya sudah ditentukan dan tinggal tahap pelaksanaan,” ungkap Rika.
Ia juga menyebutkan bahwa jaringan yang dikembangkan akan mendukung teknologi 4G hingga 5G, dengan beberapa wilayah seperti Riam Adungan sudah mulai menikmati layanan 4G.
Melalui sinergi lintas sektor dan percepatan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut optimistis pemerataan akses digital dapat segera terwujud, sekaligus mendorong peningkatan layanan publik, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.


