Buntut Kasus Begal Payudara Santriwati di Sungai Sipai, Pemkab Banjar Tingkatkan Patroli dan Evaluasi CCTV
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mengambil langkah serius menyusul insiden pelecehan seksual (begal payudara) yang menimpa seorang santriwati berusia 19 tahun di kawasan Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, pada 31 Mei 2026 lalu. Merespons kejadian tersebut, Pemkab berjanji akan meningkatkan patroli keamanan dan mengevaluasi fasilitas Closed Circuit Television (CCTV) yang dikeluhkan tidak aktif.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, pada Kamis (11/6/2026), menyampaikan bahwa insiden yang menimpa santriwati tersebut telah menjadi atensi khusus bagi pemerintah daerah.
”Pemerintah Kabupaten Banjar sebenarnya sudah melaksanakan beberapa kegiatan patroli untuk pengamanan trantibum (ketenteraman dan ketertiban umum) di wilayah kita. Dengan adanya kejadian kemarin, ini tentu menjadi atensi kami juga,” tegas Yudi.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Yudi memastikan bahwa pemerintah daerah akan lebih mengintensifkan pengawasan melalui patroli yang berkolaborasi dengan perangkat desa setempat.
Terkait kendala pengungkapan kasus akibat banyaknya CCTV yang tidak aktif, Yudi menyatakan akan segera menindaklanjutinya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Banjar. Ia mengakui bahwa meski jumlah CCTV saat ini sudah cukup banyak dan difokuskan di jalan-jalan utama, evaluasi tetap diperlukan.
Menanggapi informasi dari Diskominfo bahwa matinya CCTV disebabkan oleh ketiadaan aliran listrik, Yudi menyebut hal tersebut akan segera diperiksa kebenarannya di lapangan.
”Ya, bisa jadi. Makanya nanti kita periksa dan pastikan lagi. Keluhan-keluhan seperti ini memang harus kita tindak lanjuti. Mungkin karena sudah begitu lama juga CCTV ini tidak diperiksa atau dicek secara berkala,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yudi tidak menampik kemungkinan adanya faktor kerusakan teknis dan alam yang menyebabkan putusnya fungsi pemantauan.
“Mungkin ada pemeliharaan, tapi kadang-kadang bisa rusak lagi. Jaringan listrik ini kan rentan, kena petir sedikit saja bisa rusak. Makanya hal ini perlu dievaluasi lagi,” tambahnya.
Ke depannya, Pemkab Banjar berencana melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik lokasi yang dianggap rawan kriminalitas. Yudi memastikan pemerintah daerah siap memfasilitasi penambahan kamera pengawas jika hal tersebut mendesak untuk dilakukan.
”Insya Allah kita coba koordinasikan dan maksimalkan lagi. Yang pasti, kalau CCTV itu memang menjadi salah satu alat untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas, kita akan coba dukung penuh pemenuhannya,” pungkas Yudi.
