Tragedi Lahan Rawa di Kertak Hanyar: Sederet Rumah Ambruk, Lima Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
KERYAK HANYAR – Kepanikan melanda kawasan Jalan Tembikar Kanan, Komplek Fadilah Perdana 5, Desa Belayung Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar pada Sabtu (25/7/2026) siang. Sederet bangunan tempat tinggal warga secara mengejutkan amblas dan terseret masuk ke dalam kawasan perairan rawa, hingga menjebak sejumlah penghuninya di bawah reruntuhan.
Insiden nahas ini berlangsung sedikit demi sedikit akibat tanah penyangga yang mengalami penurunan drastis. Pondasi bangunan akhirnya kehilangan daya tahannya sehingga rumah-rumah tersebut runtuh terperosok ke bawah. Berdasarkan pantauan dari rekaman video yang tersebar luas, tampak jelas pilar-pilar pondasi serta dinding beton patah sebelum akhirnya bangunan tersebut tercebur sepenuhnya ke perairan.
Di tengah situasi yang kalut saat evakuasi baru saja dimulai, terdengar teriakan panik dari salah seorang warga di lokasi kejadian.
“Ada korban om,”
Sontak, puluhan warga sekitar segera bahu-membahu membersihkan puing-puing berupa material kayu dan seng, serta menyelamatkan perabotan yang tersisa. Area tersebut juga langsung disterilkan agar tidak membahayakan warga lain, khususnya anak-anak yang berada di sekitar lokasi.
Di saat yang sama, tim Relawan Emergency MDN bergegas menyisir reruntuhan untuk mencari korban yang tertimbun. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
“Ada lima korban yang kami evakuasi ke RS Ulin Banjarmasin,” ungkap salah seorang relawan Emergency MDN di lokasi kejadian.
Merespons laporan yang masuk via WhatsApp, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar Sektor Gambut turut menerjunkan armada penyelamatnya. Hazmi, salah satu personel DPKP tersebut, mengonfirmasi bahwa proses pendataan terkait jumlah rumah yang hancur maupun total korban masih berlangsung, dengan pengamanan penuh dari jajaran Polsek Kertak Hanyar.
“Benar telah terjadi rumah ambruk. Laporan kami terima melalui pesan singkat WhatsApp. Untuk jumlah rumah terdampak dan korban masih dalam pendataan. Di lokasi juga sudah ada aparat kepolisian dari Sektor Kertak Hanyar,” papar Hazmi.
Kabar sementara yang beredar di lapangan menyebutkan adanya kemungkinan satu korban meninggal dunia. Meski demikian, pihak berwenang masih berfokus pada proses identifikasi dan pendataan, sehingga belum ada pernyataan resmi mengenai jumlah pasti korban jiwa maupun luka.
Ambruknya rumah-rumah ini disinyalir kuat karena anjloknya daya dukung tanah rawa yang menjadi basis fondasi bangunan. Karakter lahan basah di Kalimantan Selatan memang dikenal dinamis. Faktor-faktor seperti fluktuasi debit air, pasang surut, kayu tiang pancang pondasi yang mulai keropos dimakan usia, hingga beban bangunan yang melampaui kapasitas tanah diduga kuat menjadi pemicu hilangnya keseimbangan struktur.
Memasuki Sabtu sore, tim gabungan terus melanjutkan proses pendataan dan evakuasi di tempat kejadian perkara. Petugas gabungan dan relawan dengan tegas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati zona bahaya, mengingat potensi pergerakan tanah susulan yang dapat mengancam keselamatan masih sangat mungkin terjadi.
