Kotabaru – Komitmen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam mendorong ekonomi hijau dan pelestarian lingkungan kembali ditegaskan. Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., turun langsung melakukan visitasi ke kawasan mangrove yang dikelola Koperasi Berkah Wasaka Mandiri (KBWM) di Kabupaten Kotabaru, Jumat (27/2/2026).
Didampingi rombongan, Rektor menempuh perjalanan ke Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar untuk meninjau sejumlah titik strategis pengelolaan mangrove. Beberapa desa yang menjadi fokus monitoring di antaranya Desa Tanjung Sungkai, Tanjung Pelayar, Oka-Oka, hingga Teluk Tamiang.
Di Desa Tanjung Sungkai, rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap ribuan bibit mangrove yang telah disiapkan untuk penanaman. Bibit tersebut merupakan hasil budidaya ULM yang dikembangkan bersama masyarakat desa sebagai bagian dari program rehabilitasi ekosistem pesisir.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang diperoleh ULM melalui KBWM sejak pertengahan 2024. Izin tersebut mencakup pengelolaan kawasan hutan produksi mangrove seluas sekitar 611 hektare di Kotabaru.
Melalui skema ini, kawasan mangrove tidak hanya difungsikan sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga dikembangkan menjadi pusat penyerapan dan penyimpanan karbon, kawasan budidaya perikanan berbasis ekologi, hingga destinasi wisata edukatif.
“Ini adalah bentuk kontribusi nyata ULM dalam mendukung kebijakan ekonomi hijau pemerintah, sekaligus bagian dari komitmen terhadap pencapaian SDGs dan pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Prof. Ahmad Alim Bachri di sela kegiatan.
Tak berhenti pada pengelolaan, ULM juga menyiapkan langkah strategis jangka panjang. Rektor mengungkapkan rencana pembangunan laboratorium mangrove tropis di Kotabaru yang diharapkan menjadi pusat riset unggulan.
“Kawasan ini kita dorong menjadi laboratorium alam yang terbuka bagi para peneliti lintas disiplin, guna menjawab berbagai tantangan global terkait perubahan iklim dan degradasi lingkungan,” jelasnya.
ULM, lanjutnya, berkomitmen menjaga kesinambungan program ini melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
Dengan langkah ini, Kotabaru diproyeksikan menjadi salah satu model pengelolaan mangrove terpadu di Indonesia, yang menggabungkan aspek konservasi, ekonomi, dan pendidikan dalam satu kawasan.
