BNN Banjarbaru Edukasi Paguyuban Kuda Lumping Cegah Anak Muda Terpapar Narkoba
BANJARBARU – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika terus digalakkan hingga ke tingkat komunitas budaya dan seni. BNN Kota Banjarbaru bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Syamsudin Noor menggelar kegiatan Sosialisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan P4GN bagi anggota Paguyuban Kesenian Kuda Lumping Turonggo Pratiwi Putro, Sabtu (20/6/2026) siang hari.
Kegiatan yang berlangsung di RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor ini diikuti puluhan anak dan remaja anggota paguyuban, serta didampingi oleh perwakilan warga dan orang tua peserta.
Pemilihan paguyuban kesenian sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagian besar anggotanya merupakan anak-anak dan remaja yang tergolong kelompok rentan terhadap pengaruh lingkungan negatif. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai bahaya narkoba serta cara menjaga diri dan lingkungan sekitarnya.
Lurah Kelurahan Syamsudin Noor, Fitria Khairani, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang merupakan program unggulan BNN. Program ini berprinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”.
Melalui program tersebut, BNN membentuk Agen Pemulihan, yaitu warga setempat yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mendampingi korban penyalahgunaan narkoba sekaligus menyebarkan edukasi kepada tetangga dan warga sekitar.
“Selain mendampingi korban, Agen Pemulihan juga melaksanakan sosialisasi P4GN di lingkungan kelurahan. Kehadiran mereka memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan, meningkatkan deteksi dini, serta mengurangi stigma terhadap korban,” ujar Fitria.
Ia menambahkan, komunitas kesenian menjadi tempat yang tepat untuk pembinaan karakter anak muda. Oleh karena itu, sosialisasi kali ini diselenggarakan di Paguyuban Kuda Lumping agar para anggota dapat memahami risiko bahaya narkoba sejak dini.
“Tujuan kami menjadikan Kelurahan Syamsudin Noor sebagai Kelurahan Bersinar atau Kelurahan Bersih dari Narkoba. Kami ingin anak-anak yang berkumpul di paguyuban ini tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari zat terlarang,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi lengkap mengenai:
Bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang
Risiko menghirup lem dan penggunaan obat di luar dosis anjuran dokter
Bahaya konsumsi minuman oplosan atau tidak jelas kadarnya
Cara mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan zat
Cara melapor kepada Agen Pemulihan jika mengetahui adanya aktivitas yang merugikan
Erwin Solihan, Ketua RT 21 RW 05 sekaligus Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru, menyampaikan antusiasme peserta sangat baik meskipun cuaca sedang panas.
“Alhamdulillah anak-anak sangat semangat mengikuti kegiatan. Kami berharap ilmu yang didapat bisa mereka terapkan dan menjadi pengingat agar tetap menjauhi hal-hal berbahaya. Semoga paguyuban ini tetap menjadi tempat yang aman untuk menumbuhkan cinta seni budaya tanpa terjangkit pengaruh negatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro, Marsidi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian BNN dan Kelurahan Syamsudin Noor.
“Ini pertama kalinya anggota kami mendapatkan edukasi langsung mengenai bahaya narkoba dari pihak berwenang. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar pemahaman generasi muda semakin kuat, mereka berani menolak ajakan buruk, dan senantiasa mencintai seni budaya daerah sendiri,” tutup Marsidi.


