BPBD Banjarbaru Siagakan 12 Tandon Air Bersih Hadapi Musim Kemarau
Banjarbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menyiapkan 12 tandon air bersih dengan kapasitas 2000 liter sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (13/07/2026).
Harun mengatakan, BPBD telah melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat di kawasan Tambak Buluh yang menjadi salah satu wilayah terdampak kesulitan air.
BPBD sudah melakukan distribusi air bersih sebanyak satu tandon di Tambak Buluh. Saat ini kami juga menyiagakan 12 tandon,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini BPBD telah menerima dua permohonan bantuan air bersih selama musim kemarau. Seluruh permintaan tersebut telah ditindaklanjuti dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi sebagai bagian dari upaya penanganan lintas instansi.
“Sudah ada dua kali permintaan dan semuanya telah ditindaklanjuti bekerja sama dengan BBWS Provinsi,” katanya.
Ia menjelaskan, kawasan Tambak Buluh menjadi wilayah yang paling sering mengajukan permohonan bantuan air bersih setiap musim kemarau. Kondisi tersebut disebabkan terbatasnya sumber air di wilayah tersebut, bahkan air tanah pun sulit diperoleh.
Terkait kualitas air yang didistribusikan, Harun menyampaikan bahwa BPBD menyalurkan air yang berasal dari hydrant. Namun, untuk pengujian laboratorium mengenai kelayakan air bukan merupakan kewenangan BPBD.
“Air yang didistribusikan berasal dari hydrant. Untuk uji laboratorium bukan menjadi domain BPBD,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, BPBD mengimbau agar segera menghubungi layanan darurat 112. Masyarakat cukup menyampaikan identitas, domisili, serta lokasi yang membutuhkan bantuan agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam penanganan bencana BPBD berperan sebagai leading sector yang bekerja secara lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut dilakukan agar upaya penanggulangan bencana, termasuk penyediaan air bersih saat musim kemarau, dapat dilaksanakan secara komprehensif.

