Dukung Ketahanan Pangan hingga Keterampilan Mandiri, Rutan Marabahan Berdayakan Warga Binaan Lewat Karya Produk Kreatif
MARABAHAN — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan terus berkomitmen meningkatkan pembinaan bagi para warga binaan melalui fokus utama pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Marabahan, Moch. Yudha Triwangga, saat ditemui di ruang kerjanya.
Yudha menjelaskan bahwa dalam hal pembinaan kemandirian, Rutan Marabahan memfokuskan diri pada program ketahanan pangan serta pemanfaatan limbah menjadi produk kerajinan tangan bernilai jual.
“Fokus utama kami ada dua, yaitu pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Dalam hal pembinaan kemandirian, kami memanfaatkan lahan-lahan tidur yang ada, baik di dalam maupun di luar area lapas untuk mendukung program ketahanan pangan,” ujar Yudha.
Hasil dari pengelolaan ketahanan pangan ini dimanfaatkan secara langsung untuk pemenuhan pasokan bahan baku di dapur rutan. Beberapa komoditas yang telah dipanen di antaranya daun singkong hingga mencapai 100 kilogram, kacang panjang, serta kangkung. Yudha juga menambahkan bahwa meskipun di tengah kondisi musim kemarau, kebutuhan air bersih untuk warga binaan maupun pengelolaan lahan tetap teratasi dengan baik tanpa kendala berarti.
Selain sektor pertanian dan ketahanan pangan, warga binaan Rutan Marabahan juga dibekali keterampilan mengolah limbah bambu menjadi kerajinan berestetika tinggi, seperti maket rumah adat khas Dayak dan kaligrafi Islam.
Produk kerajinan tersebut terbukti mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas. Pada ajang pameran dan event MTQ beberapa waktu lalu, sebanyak kurang lebih 150 bingkai hasil karya warga binaan habis diborong pembeli dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu berkisar Rp100.000 per unit.
“Harapan saya ke depan, hasil karya warga binaan ini bisa kita pasarkan secara online agar jangkauan pemasarannya bisa lebih luas,” tambahnya.
Guna memperluas variasi keterampilan, Rutan Marabahan juga berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk menyelenggarakan pelatihan pembuatan cairan pembersih lantai ramah lingkungan dari limbah sisa buah-buahan.
Sementara itu, untuk memastikan hak-hak dan kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga dengan baik, Rutan Marabahan menjalankan program rutin bernama “Sapa Kasih”, sebuah inisiatif dari Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Selatan.
Melalui program ini, jajaran petugas yang terbagi dalam beberapa tim gabungan terdiri dari unsur umum, pelayanan tahanan, keamanan, serta dokter dan perawat melakukan peninjauan langsung ke area blok hunian setiap pagi setelah apel. Petugas melakukan pengecekan kelaikan fasilitas keamanan sekaligus memberikan pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh warga binaan secara proaktif.
