Dampak Karhutla dan Kekeringan, Dinkes Banjar Catat 15.178 Kasus ISPA dan Intensifkan Layanan Kesehatan
MARTAPURA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat dampak kabut asap dan kekeringan masih memicu persoalan kesehatan yang cukup signifikan di tengah masyarakat. Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Banjar telah mencapai 15.178 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, mengungkapkan bahwa selain ISPA, pihaknya juga mewaspadai potensi lonjakan kasus diare dan penyakit pencernaan lainnya akibat keterbatasan akses air bersih di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
”Meskipun hujan mulai turun di beberapa tempat, angka ISPA yang terlapor masih cukup tinggi, yakni mencapai 15.178 kasus. Begitu juga dengan diare yang dipicu oleh keterbatasan pasokan air bersih, meski distribusi air bersih terus digenjot bersama BPBD dan SKPD terkait,” ujar Noripansyah.
Guna menekan risiko kesehatan lebih lanjut, Dinas Kesehatan telah mengoptimalkan alokasi anggaran perubahan untuk pengadaan dan pembagian masker. Dalam pelaksanaannya, Dinkes dibantu oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari relawan LSM, organisasi kemasyarakatan, hingga duta wisata dan kesehatan.
”Distribusi masker dan layanan medis tidak hanya bertumpu pada dinas, tetapi juga digerakkan secara masif melalui jaringan Puskesmas, Pustu, hingga Poskesdes di seluruh titik wilayah terdampak,” pungkasnya.
