BANJARBARU – Peta politik pemerintahan Kota Banjarbaru kembali menjadi sorotan. Setelah sekitar 1 tahun 4 bulan mendampingi Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, Wartono resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Banjarbaru.
Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (3/11/2026) siang. Pengunduran diri ini sekaligus membuka babak baru dalam dinamika pemerintahan Kota Banjarbaru, terutama terkait siapa sosok yang bakal mengisi posisi orang nomor dua di kota berjuluk Idaman tersebut.
Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial, mengungkapkan bahwa berdasarkan revisi Badan Musyawarah (Banmus), agenda pemberhentian Wartono merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan langsung oleh yang bersangkutan.
Menurut Syahrial, Wartono menyampaikan pengunduran dirinya melalui surat resmi dengan alasan kondisi kesehatan.
“Pengunduran Wartono atas permintaan sendiri karena kondisi kesehatan,” ungkap Syahrial kepada awak media.
Dengan pengunduran diri tersebut, posisi Wakil Wali Kota Banjarbaru untuk sementara mengalami kekosongan. Kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.
Terlebih, posisi wakil kepala daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan program pemerintahan, pembangunan, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Kini perhatian publik tertuju pada partai-partai politik pengusung pasangan Lisa Halaby dan Wartono. Siapa nama yang akan disiapkan untuk mengisi kursi Wakil Wali Kota Banjarbaru?
Apakah partai pengusung akan segera mengajukan kandidat pengganti kepada DPRD, atau justru muncul nama-nama baru yang bakal meramaikan bursa calon pendamping Lisa Halaby? Dinamika politik selanjutnya tentu menarik untuk ditunggu.

