Paringin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan secara resmi mendeklarasikan Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) sebagai langkah awal menuju pencapaian status Kencana tingkat Utama. Deklarasi ini sekaligus menandai posisi Balangan sebagai daerah pertama di Kalimantan Selatan yang melaksanakan program tersebut dan mewakili provinsi di tingkat nasional.
Saat ini Balangan berada pada tingkatan Pratama, tahap awal pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana. Secara nasional, Kalimantan Selatan menjadi provinsi ke-10 dari 38 provinsi yang mengadopsi program Kencana, sementara Balangan tercatat sebagai kabupaten ke-28 dari 514 kabupaten/kota yang telah mendeklarasikannya.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, pada Senin (17/11/2025) mengungkapkan bahwa Balangan secara faktual telah memenuhi sebagian besar indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk persyaratan Kencana.
“Dari delapan indikator SPM, Balangan telah memenuhi tiga indikator, yakni KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Bencana), pelatihan, serta mitigasi. Selama ini kegiatan tersebut sudah dilaksanakan, hanya saja belum dilakukan pelaporan secara resmi,” jelasnya.
Rahmi menegaskan bahwa setelah pembahasan bersama Kementerian Dalam Negeri dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Balangan dinilai layak menyandang status Kencana Pratama.
“Termasuk penyediaan mobil damkar hingga pelatihan di wilayah Balangan menjadi penguat bahwa daerah kita mampu mengemban program ini,” lanjutnya.
BPBD Balangan menargetkan peningkatan status Kencana dari Pratama menuju Madya pada tahun 2026.
“Kami optimis tahun depan sudah bisa naik ke tingkat Madya. Tinggal melengkapi beberapa indikator yang belum terpenuhi,” tambahnya.
Dengan deklarasi ini, Balangan semakin memperkuat komitmennya dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana serta meningkatkan ketangguhan wilayah secara berkelanjutan.

