Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Panen Raya Padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Rabu (8/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Kapuas sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan Kementerian Pertanian, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Kapuas H.M. Wiyatno, Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, unsur Forkopimda Kabupaten Kapuas, jajaran OPD Kabupaten Kapuas, pimpinan perbankan, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas H.Muhammad Wiyatno menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas terus memperkuat posisinya sebagai sentra produksi padi di Kalimantan Tengah. Menurutnya, wilayah pertanian di Kecamatan Bataguh didominasi varietas padi unggul yang kini mampu dipanen hingga lima kali dalam dua tahun, sedangkan Kecamatan Kapuas Kuala dan Kapuas Timur masih didominasi padi lokal.
Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno melaporkan luas lahan pertanian di empat kecamatan, yakni Bataguh sekitar 8.881 hektare, Kapuas Kuala 330 hektare, Kapuas Kuala 4.451 hektare, dan Kapuas Timur 5.137 hektare. Sementara berdasarkan data panen raya, luas areal panen mencapai 25.817 hektare yang tersebar di Kecamatan Bataguh seluas 8.643 hektare, Kapuas Kuala 8.674 hektare, Tamban Catur 4.027 hektare, dan Kapuas Timur 4.472 hektare.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kapuas menerima berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian berupa 57 unit rotavator, 488 unit hand tractor, 95 unit pompa air, dan 213 unit hand sprayer. Khusus Kecamatan Bataguh memperoleh 22 unit rotavator, 44 unit hand tractor, 22 unit pompa air, serta 80 unit hand sprayer. Menurutnya, sebagian besar bantuan tersebut telah tiba di Kabupaten Kapuas, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.
Selain itu, pada tahun 2026 Kabupaten Kapuas memperoleh program cetak sawah baru seluas 4.309 hektare yang tersebar di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Mantangai, dan Kapuas Timur. Dari total lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare, sekitar 25.799 hektare telah memasuki masa panen.
“Alhamdulillah Kabupaten Kapuas mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sendiri, bahkan turut menopang kebutuhan beras Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Wiyatno.
Meski demikian, ia menyampaikan masih terdapat kekurangan sarana pendukung pertanian, khususnya mesin panen combine harvester dan rice milling unit (RMU). Karena keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membantu pengadaan fasilitas tersebut guna meningkatkan efisiensi dan nilai tambah hasil pertanian.
Pada kesempatan itu, Bupati Wiyatno juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk memfokuskan APBD Tahun 2027–2028 pada pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Pulau Petak/Batanjung menuju Basarang, Mantangai, Timpah, Pujon, Sungai Hanyu hingga Sei Pinang. Infrastruktur tersebut diharapkan membuka akses lima kecamatan pasang surut tanpa harus memutar melalui Kabupaten Pulang Pisau, Palangka Raya, maupun Gunung Mas.
Selain panen raya, pemerintah juga menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap produksi padi terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

