BANJAR — Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan monitoring sekaligus pembasahan lahan lokasi penanaman FOLU.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi langsung Mapala Piranha dalam menjaga kawasan penghijauan yang telah dikelola selama beberapa bulan terakhir.
Di tengah kondisi cuaca yang berpotensi membuat lahan mengering dan lebih mudah terbakar, anggota Mapala Piranha melakukan pengecekan kondisi area secara langsung.
Sejumlah bagian lahan yang membutuhkan tambahan kelembapan kemudian dibasahi menggunakan peralatan penyiraman yang dibawa oleh anggota.
Pembasahan dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap potensi munculnya titik api di sekitar kawasan penanaman.
Selain kondisi lahan, anggota Mapala Piranha juga memantau tanaman dan lingkungan di sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman yang telah ditanam tetap terawat dan dapat tumbuh dengan baik.
Ketua Mapala Piranha, Oliva Elyanti, mengatakan monitoring dan pembasahan merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga area yang telah menjadi bagian dari program penghijauan.
“Kami tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya. Pembasahan ini merupakan salah satu langkah yang bisa kami lakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi lahan mulai kering,” ujarnya kepada Redaksi8.com.
Menurut Oliva, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan kondisi lahan dan tanaman.
“Monitoring akan terus kami lakukan secara berkala agar kondisi lahan dan tanaman tetap terkontrol,” katanya.
Upaya monitoring dan pembasahan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko Karhutla sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan penghijauan FOLU.
Bagi Mapala Piranha, kegiatan penghijauan tidak berhenti pada proses penanaman. Perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar lahan yang telah dihijaukan tetap terjaga dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

