Dampak Kekeringan Meluas di 17 Kecamatan, BPBD Kabupaten Banjar Salurkan 4,1 Juta Liter Air Bersih
MARTAPURA – Penanganan dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang di Kabupaten Banjar terus digelorakan oleh pemerintah daerah. Hingga saat ini, krisis air bersih dilaporkan telah meluas dan berdampak pada 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Banjar.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengungkapkan bahwa dari total wilayah yang terdampak, terdapat beberapa kawasan yang mengalami kondisi terparah akibat kekurangan pasokan air bersih.

“Untuk kekeringan, dampaknya meluas di 17 kecamatan, dengan titik-titik terparah berada di Kecamatan Beruntung Baru, Tatah Makmur, dan Aluh-Aluh,” ujar Wasis Nugraha saat memberikan keterangan, Selasa (27/10/2026).
Guna meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, BPBD Kabupaten Banjar secara aktif menyalurkan bantuan logistik air bersih ke berbagai desa terdampak. Sebanyak enam armada mobil tangki dikerahkan secara simultan setiap harinya untuk melakukan dropping air bersih ke lapangan.
“Air bersih yang sudah kita distribusikan mencapai 4.100.000 liter. Setiap hari ada enam armada tangki yang secara simultan melakukan dropping ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih,” jelasnya.
Selain distribusi air bersih, penanganan darurat kekeringan dan karhutla juga didukung oleh pengoperasian teknologi modifikasi cuaca atau operasi water bombing yang dikoordinasikan secara intensif bersama BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.
Sementara itu, terkait pembiayaan operasional di lapangan, Wasis menyebutkan bahwa alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) telah mulai dicairkan dan digunakan untuk menunjang berbagai keperluan mendesak. Penggunaan dana tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan personel, operasional bahan bakar minyak (BBM), penyediaan peralatan pemadaman, hingga pembayaran hak-hak operasional bagi rekan-rekan relawan dari Buser 690 yang selama ini konsisten bermitra menjadi garda terdepan tim penanganan di lapangan.
