BerandaHabar TapinJalan Baru Miawa–Rantau Tergenang,...

Jalan Baru Miawa–Rantau Tergenang, DPRD Tapin Soroti Janji Perusahaan

Terbaru

RANTAU – Jalan baru penghubung Miawa–Rantau yang menjadi akses vital warga pegunungan Meratus kini kembali tergenang banjir usai diguyur hujan deras.

Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi warga di delapan desa di Kecamatan Piani yang bergantung pada jalur tersebut.

Anggota DPRD Tapin, H. Rustan Nawawi, mengungkapkan bahwa genangan air di ruas jalan tersebut justru lebih parah dibanding sebelumnya, meski sempat ada jaminan dari pihak perusahaan.

“Jalan ini baru saja dipindahkan oleh pihak perusahaan, tapi sekarang malah banjir lagi. Padahal waktu rapat dengar pendapat di DPRD, mereka menjamin tidak akan terjadi banjir,” ujarnya.

Menurut Rustan, ketinggian air bahkan mencapai hampir satu meter, dengan panjang genangan sekitar 100 hingga 200 meter di satu titik.

“Ini baru sekali hujan sudah seperti ini. Tinggi air hampir satu meter dan panjang genangan sekitar 200 meter,” jelasnya.

Ia menduga luapan air berasal dari penampungan milik perusahaan di sekitar lokasi, yang kemudian mengalir ke arah Desa Bintang Baru.

“Air ini diduga dari penampungan perusahaan di sebelah kiri jalan. Alirannya ke arah Desa Bintang Baru,” tambahnya.

Akibat genangan tersebut, aktivitas warga terganggu. Kendaraan roda dua tidak dapat melintas tanpa bantuan.

“Kalau tidak dibantu mobil perusahaan, kendaraan roda dua pasti tidak bisa lewat. Ini sangat mengganggu aktivitas warga, karena jalan ini satu-satunya akses dari Kecamatan Piani ke Rantau,” tegasnya.

Rustan berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar banjir tidak kembali terjadi, mengingat pentingnya jalur tersebut bagi mobilitas dan perekonomian warga.

Sementara itu, relawan dari BPK Baramban, Dody, turut membantu warga yang hendak melintas di lokasi banjir.

“Kami membantu masyarakat yang ingin melintas, baik dari arah desa menuju Rantau maupun sebaliknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, awalnya penyeberangan dilakukan secara manual, sebelum kemudian dibantu menggunakan kendaraan double cabin untuk mengangkut warga dan sepeda motor melewati genangan.

“Kalau unit belum datang, kami bantu manual. Setelah ada mobil double cabin, kendaraan dinaikkan untuk diseberangkan,” jelasnya.

Dody menegaskan, bantuan tersebut diberikan secara sukarela tanpa pungutan biaya.

“Tidak ada tarif. Kalau ada warga yang memberi secara sukarela, itu saja,” pungkasnya.

Hingga kini, warga berharap ada penanganan serius dari pihak terkait agar jalan penghubung tersebut tidak lagi menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka