PARINGIN — Pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Balangan (Disperindag Balangan) di Desa Jungkal, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Kamis (11/9/2025) mendadak jadi pusat keramaian. Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga miring.
Beras, minyak goreng, gula, tepung, hingga aneka sembako lain ludes dalam waktu singkat. Beberapa warga bahkan rela antre cukup lama demi mendapatkan jatah belanja.
“Antusias masyarakat sangat tinggi, sampai beberapa barang langsung habis, seperti minyak goreng,” ujar Analis Perdagangan Kabupaten Balangan, Asbit.
Asbit menjelaskan, biasanya harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik saat memasuki bulan Maulid, sehingga pasar murah ini menjadi angin segar bagi warga. “Kami berharap ke depan bisa menyediakan lebih banyak stok bahan pokok agar lebih banyak warga yang terbantu,” katanya.
Menariknya, pasar murah di Jungkal ini merupakan penyelenggaraan ke-67 dari target 70 kali selama tahun 2025. Program ini memang dirancang untuk membantu masyarakat menjaga daya beli, khususnya di momen-momen penting keagamaan.
Kepala Desa Jungkal, Sahmadi, mengaku bersyukur dengan adanya pasar murah tersebut. “Banyaknya barang yang habis membuktikan betapa tingginya antusias warga kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu, apalagi saat harga-harga mulai naik. Kami harap tahun depan bisa digelar lagi,” tuturnya.
Dengan antusiasme yang begitu tinggi, tak heran jika pasar murah ini menjadi oase bagi warga di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.


