Pemkab Balangan Salurkan Bantuan Seragam bagi 1.976 Pelajar Terdampak Banjir
Paringin – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memfokuskan pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir dan banjir bandang dengan menyalurkan bantuan seragam sekolah serta memperbaiki fasilitas pendidikan yang terdampak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, H. Abiji, menyampaikan bahwa pendataan siswa terdampak telah rampung dilakukan di seluruh wilayah. Berdasarkan hasil pendataan tersebut, tercatat sebanyak 1.976 pelajar terdampak bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Pendataan ini menjadi dasar kami untuk menyiapkan langkah konkret agar peserta didik tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa terkendala kebutuhan dasar sekolah,” ujar Abiji, Senin (5/1/2026).
Selain bantuan seragam, pemerintah daerah juga akan melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir. Kerusakan tersebut meliputi meja dan kursi belajar, serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar lainnya.
Abiji menjelaskan, terdapat 13 sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP) yang sempat terendam banjir. Sementara itu, satuan pendidikan yang paling banyak terdampak adalah taman kanak-kanak (TK) dengan jumlah sekitar 35 sekolah.
“Seluruh kebutuhan telah kami susun dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), baik untuk penyediaan seragam siswa maupun perbaikan fasilitas pendidikan,” jelasnya.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, Disdikbud Balangan merencanakan penggunaan dana darurat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Balangan Tahun Anggaran 2026. Saat ini, koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan guna mempercepat pelaksanaan bantuan.
“Hari ini dijadwalkan pembahasan anggaran. Kami berharap prosesnya berjalan lancar sehingga bantuan dapat segera disalurkan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Balangan menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas dalam masa pemulihan pascabencana. Upaya tersebut diharapkan mampu mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke kondisi normal serta meringankan beban pelajar dan orang tua yang terdampak banjir.

