PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih perlu diwaspadai meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan guna mencegah munculnya titik panas (hotspot) dan kebakaran baru.
Komitmen tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Penuntasan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah yang dihadiri Bupati Kapuas, Haji Muhammad Wiyatno, Minggu (1/11/2026), bertempat di Istana Isen Mulang, Palangka Raya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kapuas didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, didampingi Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah bupati se-Kalimantan Tengah.
Dalam arahannya, Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara diperkirakan kembali meningkat pada minggu kedua November sehingga potensi munculnya titik panas perlu tetap diantisipasi.
“Hasil analisis BMKG di minggu kedua November suhu akan kembali memanas. Kalteng sudah ada hujan, dan ini jangan sampai muncul hotspot lagi,” pinta Hanif.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan, sekaligus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpemerintah dalam menuntaskan pengendalian karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, mengungkapkan bahwa di wilayah Kabupaten Kapuas terdapat 14 posko karhutla yang didukung sejumlah personel untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran. Ia juga menyampaikan bahwa hampir seluruh desa di Kabupaten Kapuas terdampak karhutla.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan kesiapsiagaan dan penanganan secara intensif serta dukungan dari seluruh pihak terkait. Penguatan posko dan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam mengantisipasi serta menangani kebakaran di lapangan.
Kehadiran Bupati Kapuas bersama jajaran perangkat daerah terkait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mendukung pengendalian karhutla melalui peningkatan kesiapsiagaan, pencegahan dini, penguatan posko, serta optimalisasi penanganan di lapangan.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian karhutla. Dengan demikian, risiko kebakaran dapat ditekan, masyarakat terlindungi, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Melalui koordinasi dan tanggung jawab bersama, Pemerintah Kabupaten Kapuas berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

