Perkuat Komitmen Swasembada Pangan, Bupati Rusli Pimpin Panen Raya Padi di Pulau Laut Timur
KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru kembali menegaskan komitmen kuatnya mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan digelarnya kegiatan peninjauan dan panen raya padi yang dipimpin langsung oleh Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, S.Sos., didampingi Wakil Bupati, Syairi Mukhlis, S.Sos., di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Pulau Laut Timur, Minggu (24/5/2026).
Langkah ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam memacu produktivitas sektor pertanian, yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Bumi Saijaan. Dalam kegiatan tersebut, rombongan pimpinan daerah meninjau dua lokasi strategis, yakni lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) hasil program Kementerian Pertanian tahun 2025 seluas 41,85 hektar, serta melakukan panen raya di Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 54 hektar.
Turut mendampingi dalam kunjungan kerja ini unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Kotabaru, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, kepala SKPD terkait, serta Camat Pulau Laut Timur.
Dalam sambutannya, Bupati H. Muhammad Rusli menyebut kegiatan panen raya ini sebagai simbol keseriusan pemerintah dalam memajukan sektor pertanian. Berdasarkan catatan di lapangan, produktivitas lahan saat ini berkisar antara 3 hingga 4 ton per hektar. Angka ini dinilai cukup baik dan menjadi modal dasar untuk terus ditingkatkan guna menjamin ketersediaan pangan daerah.
“Panen yang kita lakukan ini rata-rata menghasilkan sekitar 3 sampai 4 ton per hektar. Mudah-mudahan capaian ini terus meningkat dan menjadi penyangga utama kebutuhan pangan, khususnya di Kabupaten Kotabaru. Sektor pertanian adalah kunci kesejahteraan masyarakat kita di bidang pangan,” ujar Bupati Rusli di tengah hamparan sawah yang menguning.
Lebih jauh, Bupati menegaskan visi besar pemerintah daerah untuk menjadikan Kotabaru sebagai salah satu lumbung pangan andalan di wilayah Kalimantan Selatan. Dukungan penuh akan terus digelontorkan, baik berupa kebijakan, pembinaan, maupun fasilitasi agar potensi pertanian yang luas ini dapat tergarap maksimal.
“Kami beserta seluruh jajaran akan terus konsisten mendukung peningkatan sektor ini. Segala potensi pertanian akan kita kembangkan, kita tingkatkan kapasitasnya, dan kita dukung sarana prasarananya. Cita-cita kita jelas: menjadikan Kotabaru sebagai lumbung pangan yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri bahkan berpotensi memasok ke daerah lain,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Syairi Mukhlis menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana pertanian, khususnya ketersediaan alat pertanian modern. Menurutnya, perluasan areal tanam yang masif harus dibarengi dengan kemudahan dan kecepatan pengolahan lahan agar target produksi tercapai.
Ia menjelaskan, tahun lalu luas lahan yang dikelola mencapai 1.000 hektar, dan di tahun 2026 ini ditargetkan melonjak dua kali lipat menjadi 2.000 hektar. Dengan pertambahan luas areal tersebut, keterbatasan alat berat menjadi tantangan utama yang harus segera dicarikan solusinya.
“Tahun ini target kita naik signifikan menjadi 2.000 hektar untuk mendukung percepatan produktivitas. Otomatis kebutuhan akan alat pertanian juga harus didukung penuh. Kendala yang sering dihadapi petani saat ini adalah minimnya alat bantu,” ungkap Syairi.
Menanggapi hal itu, Bupati Rusli pun telah memberikan arahan khusus. Pemerintah daerah akan memetakan kebutuhan alat pertanian mana yang bisa dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan jenis alat apa saja yang nilainya besar harus diusulkan dan dianggarkan melalui program Pemerintah Pusat, mengingat ketahanan pangan adalah prioritas nasional.
“Pak Bupati sudah berkoordinasi dengan kepala dinas terkait. Nanti kita pilah, kebutuhan mana yang bisa diselesaikan lewat APBD, dan mana yang harus kita usulkan ke pusat sebagai program prioritas nasional. Langkah ini penting agar petani semakin mudah bekerja dan hasil panen semakin melimpah,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan semakin memacu semangat petani serta memastikan pasokan beras di Kotabaru tetap aman, stabil, dan berlimpah sebagai wujud kemandirian pangan daerah.
Penulis: M. Nasaruddin




