BerandaHabar Provinsi KaltimPohon Tinggi Ganggu Penerbangan...

Pohon Tinggi Ganggu Penerbangan Bandara APT Pranoto

Terbaru

SAMARINDA. Bandar Udara Aji Tumenggung Pranoto (APT) Samarinda yang beroperasi sejak 2018 lalu, bandara kebanggaan warga Kota Tepian ini terus berbenah.

Diantaranya ialah penambahan fasilitas penunjang penerbangan seperti Precision Approach Path Indicator (PAPI) yang sudah terpasang di bandara tersebut.

Sejumlah pesawat besar seperti, ATR dan Boeing 737 900 sampai pesawat Presiden Boeing 737 800 juga sudah mendarat di bandara yang berada diantara Kukar dan Samarinda itu.

Namun siapa sangka, ternyata proses pendaratan dan penerbangan atau landing pesawat di bandara itu tak semudah yang dipikirkan. Hal itupun diakui oleh banyak pilot yang beraktifitas di Bandara APT Pranoto, dimana terdapat sejumlah Obstacle atau rintangan yang menghalangi.

Diantaranya ketinggian tower jaringan telekomunikasi sampai Sotet milik PLN.

Dan yang paling riskan ialah perbukitan dan pohon yang berada di sisi dekat landasan pacu bandara tersebut.

Hal inipun yang ternyata membuat pendaratan di Bandara APT Pranoto Samarinda, tak semulus mendarat di bandara tetangga. Karena harus menyesuaikan jarak ketika hendak mendarat.

Adapun posisi pohon tersebut ternyata berada di kawasan Desa Pampang, lebih tepatnya jila dihitung dengan maps hanya berjarak satu kilometer.

Posisi inipun disebut dengan Runway 04 berada di sekitar akses jalan menuju Desa Pampang.

Sedangkan Runway 22 ada di sekitar Sungai Bawang, Kutai Kartanegara.

Adapun dari datang yang ada ketinggian obstacle berupa pohon berada hingga ketinggian 60 meter dari ujung Runway 04 (slope atau ketinggian lereng 6,9 persen dari batas 2 persen yang seharusnya ditetapkan).

Seharusnya menurut pihak Otorita Bandara Obstacle di sekitar Runway 04 itu sudah disampaikan pilot Lion Air, usai melakukan inaugural flight 1 November 2018 lalu, menggunakan Boeing 737-800.

“Keberadaan obstacle ini perlu bantuan Pemda. Dalam hal ini Pemkot Samarinda,” kata Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Maeka Rindra Hariyanto, kepada awak media, Kamis (23/11) kemarin.

Maeka menyebut, Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) berada dalam radius hingga 15 kilometer. Obstacle yang ada dikawasan Pampang ini berada dalam radius. Maeka juga menyebut, obstacle ini sudah dsampaikan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun, dalam pertemuan Rabu 22 November 2023 kemarin.

“Kemarin disepakati akan bentuk tim terdiri dari BPKAD, Kelurahan, Dinas Perhubungan untuk melakukan pengecekan obstacle bersama-sama di lapangan,” ungkapnya.

Dirinya berharap ada perwali yang mengadopsi KKOP. Sehingga bisa membuat penerbangan lebih aman dan nyaman. “Lebih cepat lebih baik. Demi lebih meningkatkan keselamatan penerbangan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara APT Pranoto, Dwi Muji Raharjo, menjelaskan, jika ada obstacle sebelumnya itu berasa di sekitar Runway 22 berupa dua tower pemancar Base Transceiver Station (BTS) yang memiliki ketinggian melewati batas area KKOP, akhirnya dipangkas melalui koordinasi baik bandara dan operator selular.

“Sisa obstacle di Runway 04. Kalau dalam pengecekan lapangan nanti obstacle lebih dulu ada ketimbang kehadiran bandara, diharapkan ada toleransi ketinggiannya. Misal dengan memotong pohon, atau relokasi rumah dan tiang listrik, dan memangkas bukit,” bebernya.

Dirinya menegaskan, apakah selama ini penerbangan di APT Pranoto aman, dirinya pun menegaskan aman dan sudah ada standar prosedur keselamatan yang menjamin. “Aman selama ini, hanya saja obstacle ini harus kita selesaikan, ” tegasnya.

Dirinya juga mengatakan, di sekitar Runway 04 merupakan daerah critical saat takeoff maupun landing.

“Penanganan obstacle itu penting ditangani, demi keselamatan lebih luas. Bukan berarti dilarang membangun sekitar KKOP, tapi penting memperhatikan ketinggian dalam radius 15 km,” ungkapnya.

Penanganan obstacle penting untuk penempatan Instrument Landing System (ILS) oleh Airnav Indonesia. Dengan demikian, sisi udara Bandara APT Pranoto semakin lengkap, selain kelengkapan PAPI Light.

“Kalau ada yang bertanya apakah Bandara APT Pranoto bisa digunakan malam hari, saya tegaskan bisa. Tinggal maskapai apakah bersedia atau berminat melayani penerbangan malam?” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka