Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus mempercepat transformasi menuju World Class University melalui penguatan mutu akademik di tingkat global. Sebanyak sembilan Program Studi (Prodi) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kini tengah menjalani proses akreditasi internasional dengan menghadirkan tim asesor dari Jerman.
Asesmen berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (12/2/2025), dengan agenda verifikasi menyeluruh terhadap berbagai aspek strategis penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Dekan FKIP ULM, Sunarno Basuki, menjelaskan bahwa tim asesor melakukan penilaian mendalam terhadap sarana dan prasarana pendukung kegiatan akademik, termasuk ruang perkuliahan, laboratorium, hingga fasilitas penunjang pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus evaluasi. Tim penilai meninjau kompetensi dosen serta tenaga kependidikan, termasuk rekam jejak akademik, produktivitas riset, dan keterlibatan dalam jejaring internasional.
“Aspek layanan inklusif juga menjadi perhatian khusus. Tim asesmen melihat bagaimana kampus memberikan pelayanan yang ramah dan setara bagi mahasiswa disabilitas,” ujar Sunarno kepada awak media, Kamis (12/2/2025).
Tak hanya itu, interaksi dengan para pemangku kepentingan turut menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Tim asesor dijadwalkan bertemu langsung dengan alumni serta pengguna lulusan untuk mengukur relevansi dan dampak nyata pendidikan FKIP ULM di dunia kerja dan masyarakat.
Saat ini, ULM telah memiliki enam program studi yang mengantongi akreditasi internasional, tersebar di Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Teknik. Apabila sembilan prodi FKIP berhasil meraih pengakuan serupa, maka total prodi berstandar internasional di ULM akan bertambah menjadi 15.
“Akreditasi internasional ini sangat penting dalam upaya kami bertransformasi menjadi universitas kelas dunia,” tegasnya.
Pihak kampus juga menargetkan perluasan capaian tersebut dengan merencanakan pengajuan 12 prodi tambahan untuk proses visitasi pada 2027 mendatang.
Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan reputasi institusi sekaligus memperkuat daya saing lulusan ULM, baik di tingkat nasional maupun internasional.

