SAMARINDA. Pembukaan calon rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Kaltim masih dalam pembahasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait saat ini. Dimana April mendatang, hal tersebut akan dilakukan.
Kabar itupun diutarakan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Deni Sutrisno dimana pihaknya tengah membahas kebutuhan formasi ASN di Kaltim tahun 2024.
Adapun untuk informasi rekrutmen baru akan dipublikasi pada April mendatang. “Kemungkinan April nanti baru ada informasi perekrutan ASN, karena kita masih proses dalam perencanaan,” ucapnya pada awak media.
Dalam rangka persiapan kebutuhan formasi ASN ini, pihaknya bakal menyesuaikan peta jabatan , analisis jabatan, hingga sumber kerja. Nantinya baru jumlah kebutuhan ASN di lingkup Pemprov Kaltim bisa diketahui.
“Untuk formasi pasti merupakan putusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), tetapi yang jelas kita ingin jumlah formasi ASN di Kaltim bisa lebih banyak dari tahun lalu,” bebernya.
Deni mengungkapkan, bahwa hal ini juga berkaitan dengan penataan pegawai non ASN yang harus selesai pada Desember nanti. Penataan itu mempertimbangkan beberapa hal, mulai pendidikan hingga durasi kerja.
“Untuk keberadaan pegawak non ASN harus bisa diselesaikan, karena honorer itu, yang namanya penataan non ASN mulai divalidasi kemudian dipetakan. Baik tingkat pendidikan, lama kerja, baru penyelesaian dengan diusulkan pada posisi-posisi jabatan yang sesuai,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, informasi resmi mengenai perekrutan ASN ini kemungkinan besar baru bisa dipublikasikan pada April. Pihaknya juga mengungkap, nantinya masyarakat pasti akan menerima informasi utuh terkait kebutuhan dan proses rekrutmennya.
“Kita juga harus segera merekrut, dan rencananya untuk rekrutmen itu tidak harus selalu bersamaan. Jadi bisa saja berbeda waktu, yang penting jumlah formasi sudah ditetapkan dalam 1 tahun,” bebernya
Deni menegaskan, tiap rekrutmen harus sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Sebagai informasi pada rekrutmen ASN pada 2023 lalu jumlah formasi yang ditawarkan sekitar 4.400, namun yang mendaftarkan diri justru tidak sesuai dengan formasi yang disiapkan.
“Ini tentu disebabkan karena minat masyarakat yang ingin mendaftar agak berkurang, dan kita juga tidak bisa memaksakan untuk mendaftar. Semoga tahun ini banyak yang mendaftar agar formasinya terpenuhi,” pungkasnya.


