BANJARMASIN — Sanggar Kamilau Intan kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia seni tari. Membawakan karya bertajuk “Simfoni Nusantara”, lima penari muda sanggar tersebut sukses meraih Juara 1 dalam ajang Jumpa Got Talent yang digelar di Jumpa Square KCM Banjarmasin.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Sanggar Kamilau Intan karena kompetisi diikuti sekitar 54 peserta dengan beragam talenta. Di tengah persaingan tersebut, penampilan “Simfoni Nusantara” mampu memikat perhatian dewan juri melalui perpaduan gerakan, ekspresi, kekompakan, serta kreativitas para penarinya.
Karya tersebut dibawakan oleh Sheza Humaira Reznuary, Zhafirah Afiqah Putri, Mikhaila Adiba, Chelsea Yasmin Milena, dan Bilqis Azzahra. Kelima penari muda itu mengangkat semangat keberagaman budaya Nusantara melalui sajian tari yang dinamis dan penuh ekspresi.
Bukan sekadar menampilkan kemampuan teknik, “Simfoni Nusantara” juga menjadi ruang bagi para penari untuk menunjukkan keberanian dan karakter mereka saat tampil di hadapan penonton dan dewan juri.
Menariknya, persiapan khusus menghadapi Jumpa Got Talent dilakukan dalam waktu relatif singkat. Tim hanya menjalani tujuh kali pertemuan latihan khusus untuk mematangkan koreografi dan penampilan.
Namun, keterbatasan waktu tersebut tidak menjadi hambatan. Kelima penari telah terbiasa mengikuti latihan rutin Sanggar Kamilau Intan setiap pekan. Konsistensi latihan itu menjadi modal penting dalam membangun kedisiplinan, kekompakan, penguasaan teknik, sekaligus kesiapan mental.
Pelatih Sanggar Kamilau Intan, Toni, S.Pd., mengatakan prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan secara konsisten.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Waktu persiapan khusus memang cukup singkat, hanya tujuh kali pertemuan. Namun, anak-anak sudah terbiasa mengikuti latihan rutin sanggar setiap minggu. Konsistensi dan semangat mereka akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Menurut Toni, keberhasilan meraih Juara 1 bukan hanya soal membawa pulang piala. Lebih dari itu, kompetisi menjadi pengalaman penting bagi para penari untuk memahami arti proses, disiplin, kerja sama, keberanian tampil, dan tanggung jawab dalam berkarya.
Hal senada disampaikan Pimpinan Sanggar Kamilau Intan, Rhony Arifin, S.Pd., M.Pd., Gr. Ia mengapresiasi kerja keras para penari dan pelatih yang mampu mempersiapkan penampilan secara maksimal meski memiliki waktu persiapan khusus yang terbatas.
“Yang paling penting dari prestasi ini adalah prosesnya. Anak-anak belajar bahwa sebuah pencapaian tidak hadir secara instan. Ada latihan, kedisiplinan, kekompakan, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar. Juara 1 ini adalah buah dari semangat mereka untuk berkarya,” ungkap Rhony.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para penari muda untuk semakin mencintai seni dan budaya Indonesia, khususnya seni tari.
Bagi Sanggar Kamilau Intan, kemenangan di Jumpa Got Talent juga menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta rasa percaya diri.
Ke depan, Sanggar Kamilau Intan berkomitmen untuk terus menjadi wadah pembinaan seni dan budaya bagi anak-anak dan generasi muda, sekaligus menghadirkan karya-karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan tentang kekayaan budaya Nusantara.
Identitas Tim:
- Grup: Sanggar Kamilau Intan
- Karya: Tari “Simfoni Nusantara”
- Penari: Sheza Humaira Reznuary, Zhafirah Afiqah Putri, Mikhaila Adiba, Chelsea Yasmin Milena, dan Bilqis Azzahra
- Pelatih: Toni, S.Pd.
- Pimpinan Sanggar: Rhony Arifin, S.Pd., M.Pd., Gr.
- Prestasi: Juara 1 Jumpa Got Talent
- Lokasi: Jumpa Square KCM Banjarmasin

