Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memastikan kesiapan penuh sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 yang akan berlangsung pada 6–9 Oktober 2025. Ajang bergengsi tingkat nasional ini diperkirakan akan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa persiapan acara telah mencapai 90 persen.
“Kami siap menyambut kedatangan seluruh kafilah. Tim dewan juri akan tiba pada 3 Oktober. Tidak ada kendala berarti karena dukungan panitia, pemerintah daerah, dan pihak swasta sangat besar. Kekompakan ini menjadi modal utama suksesnya penyelenggaraan MTQMN di ULM,” ujarnya.
Ketua Pelaksana MTQMN 2025, Dr. Rusdi, M.Pd.I., menambahkan bahwa selain persiapan teknis, ULM juga menekankan kenyamanan peserta dan tamu undangan.
“Kami berharap dapat menyambut dengan baik seluruh peserta, dewan hakim, dan official. Lebih dari sekadar lomba, MTQMN ini kami harapkan menjadi sarana memperkuat solidaritas dan ukhuwah Islamiah antar mahasiswa dan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Tidak hanya menggelar perlombaan tilawatil Qur’an, ULM juga menyiapkan rangkaian kegiatan pendukung. Di antaranya seminar nasional, pertemuan pimpinan perguruan tinggi, hingga bazar terbuka untuk masyarakat umum yang akan berlangsung sepanjang acara.
Sebagai perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di Kalimantan, ULM memandang MTQMN 2025 sebagai momentum penting untuk memperlihatkan kapasitas manajerial, kualitas pelayanan, sekaligus memperkenalkan keramahan budaya Kalimantan Selatan kepada para tamu dari seluruh Indonesia.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pihak swasta, dan masyarakat Banua juga menjadi energi tambahan untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lancar.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama lintas pihak yang solid, ULM optimistis MTQMN 2025 akan menjadi ajang bersejarah—bukan hanya sebagai arena kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wadah mempererat persatuan mahasiswa Indonesia.


