BerandaHabar BanjarbaruLisa Halaby: Dari Pengabdi...

Lisa Halaby: Dari Pengabdi Publik ke Walikota Perempuan Pertama, Mengusung Visi ‘Aero City’ Banjarbaru EMAS

Terbaru

BANJARBARU – Kota Banjarbaru, yang kini resmi menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, berada di bawah kepemimpinan yang membuat sejarah. Hj. Erna Lisa Halaby, yang akrab disapa Lisa Halaby, yang tidak lama ini dilantik sebagai Walikota Perempuan pertama di Kota Banjarbaru.

Sosoknya bukan sekadar politisi pendatang baru, melainkan seorang yang berakar kuat dari birokrasi dan aktivisme sosial, membawa visi yang ambisius untuk mentransformasi kota ini.

Lahir di Banjarmasin pada 11 September 1979, perjalanan karir Lisa Halaby adalah kisah dedikasi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sejati. Ia memulai karirnya di Pemerintah Kota Banjarbaru sejak tahun 2000, mengawali dari posisi staf di bagian umum.

Melalui kerja keras dan ketekunan, ia menapaki berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Sekretaris Lurah, hingga Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Masyarakat di Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Keputusannya untuk mengundurkan diri sebagai ASN pada pertengahan 2024 untuk terjun ke gelanggang politik Pilkada Banjarbaru menunjukkan lompatan keberanian dari zona nyaman birokrasi ke arena pengambilan kebijakan publik.

Jauh sebelum menjadi Walikota, Lisa Halaby telah dikenal sebagai aktivis sosial yang sangat peduli. Bersama keluarga besarnya, ia mendirikan Yayasan Abdul Aziz Halaby yang fokus pada pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Salah satu fokus utama yayasan adalah mengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan SD Al Halaby Islamic School, yang menawarkan pendidikan gratis bagi ratusan santri dan siswa, bahkan menyediakan ruang belajar mengaji bagi orang tua.

Pengalaman mendalamnya dalam mengelola sektor sosial ini menjadi fondasi bagi program utamanya, yang ia rangkum dalam empat pilar prioritas kerja menuju Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera):
• Banjarbaru Charity: Fokus pada percepatan bantuan bagi rumah tidak layak huni dan pemutakhiran data warga tidak mampu.
• Banjarbaru Business Incubator: Pengembangan sentra UMKM, pelatihan, dan wadah kreatif masyarakat.
• Banjarbaru Best Quality Government: Peningkatan kualitas SDM ASN dan tenaga pendidik, serta percepatan pelayanan publik berbasis digital.
• Banjarbaru Priority Area: Pembangunan infrastruktur kunci, seperti Islamic Center dan penataan drainase terpadu.

Di bawah kepemimpinan Lisa Halaby, Banjarbaru tidak hanya berupaya mempertahankan gelarnya sebagai Kota Kreatif, tetapi juga memproyeksikan citra baru sebagai Aero City. Visi ini menempatkan Banjarbaru sebagai pusat konektivitas regional, memanfaatkan keberadaan Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai gerbang utama Kalimantan Selatan.

“Banjarbaru adalah wajah peradaban baru Kalimantan Selatan. Kita harus lebih dari sekadar kota transit. Visi Aero City adalah bagaimana kita mengintegrasikan sektor ekonomi, industri kreatif, dan pelayanan publik dengan standar global, menjadikan Banjarbaru pusat bisnis dan inovasi yang ramah lingkungan dan modern,” ujar Lisa Halaby dalam beberapa kesempatan.

Langkah konkret awal kepemimpinannya difokuskan pada Program 100 Hari Kerja, yang mencakup penanganan cepat isu banjir melalui normalisasi sungai dan penataan wajah kota, termasuk penertiban kabel dan spanduk liar untuk menciptakan estetika kota yang modern.

Hj. Erna Lisa Halaby kini memimpin dengan bekal pengalaman birokrasi dan semangat aktivisme, bertekad menjadikan Banjarbaru tidak hanya Elok, tetapi juga Maju, Adil, dan Sejahtera di kancah nasional dan internasional.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka