BANJARMASIN – Banjir yang tak kunjung surut di Kelurahan Pemurus Baru RT 19, Kecamatan Banjarmasin Selatan, tidak hanya menyulitkan warga beraktivitas, tetapi juga memukul keras para pedagang kecil.
Salah satunya Fitriah, pedagang ayam cepat saji yang baru merintis usaha rumahan.
Selama banjir berlangsung sejak September 2025, Fitriah mengaku penjualannya turun drastis.
Jika dalam kondisi normal ia mampu menjual hingga tiga ekor ayam per hari, kini ia hanya mampu menjual satu ekor ayam saja.
“Pembeli sepi sekali sejak banjir. Orang-orang mungkin malas keluar rumah karena jalannya tergenang, jadi yang beli berkurang banyak,” ujar Fitriah, Sabtu (29/11/2025).
Genangan air setinggi sekitar 20 sentimeter membuat akses warga menuju rumah maupun tempat usaha kecil di kawasan tersebut terganggu.
Kondisi itu berdampak pada lesunya aktivitas ekonomi warga.
Fitriah mengatakan banjir rob memang bukan hal baru di Pemurus Baru, namun tahun ini durasinya jauh lebih lama sehingga semakin memberatkan pedagang kecil.
“Biasanya banjir cepat surut, tapi tahun ini lama sekali. Usaha saya jadi ikut kena imbasnya, padahal baru mulai buka,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat menyiapkan solusi agar kawasan tersebut tidak terus-menerus terendam setiap kali pasang rob terjadi.
Menurut warga, posisi wilayah yang lebih rendah dari aliran sungai menjadi penyebab utama banjir berkepanjangan di pemukiman itu.
“Kalau tidak ada penanganan, kami pedagang kecil susah berkembang. Setiap banjir, pasti penjualan turun,” ucap Fitriah.


