BerandaHabar BanjarmasinSetengah Abad Bertahan, Pengrajin...

Setengah Abad Bertahan, Pengrajin Kuningan di Banjarmasin Ini Relakan Tenaga Demi Warisan Leluhu

Terbaru

BANJARMASIN – Di tengah semakin berkurangnya pelaku industri kerajinan kuningan di Banjarmasin, seorang warga Kelayan Luar tetap teguh mempertahankan warisan leluhurnya.

Adalah Anwar Fuadi, 60 tahun, yang selama hampir setengah abad mengabdikan hidupnya membuat berbagai kerajinan berbahan kuningan.

Meski sebagian besar pengrajin lain memilih berhenti karena biaya produksi yang kian tinggi dan permintaan yang tak stabil, Anwar mengaku tak pernah terpikir meninggalkan profesi ini. Baginya, kerajinan kuningan bukan sekadar pekerjaan.

“Ini bukan soal duit saja. Ini warisan dari orang tua dan kakek kami. Selama badan masih kuat, saya akan terus membuatnya,” ungkap Anwar saat ditemui di bengkel kerajinannya, Gang Sadar, Kelayan Luar, Banjarmasin, Sabtu (29/11/2025).

Seluruh proses produksi masih ia kerjakan manual di atas lahan seluas 63 meter persegi yang berdampingan dengan rumahnya.

Mulai dari melebur kuningan dengan tungku api, membuat cetakan dari tanah liat khusus asal Hulu Sungai Selatan, hingga mengukir ulang detail pesanan menggunakan alat sederhana.

Ia menjelaskan, setiap pesanan memiliki proses berbeda. Kerajinan rumit, seperti alat musik tradisional, aksesori penari, hingga duplikasi barang antik dapat memakan waktu berminggu-minggu.

“Untuk detail ukiran, semuanya saya kerjakan pakai tangan. Kalau orang lihat hasilnya halus, itu karena prosesnya panjang dan teliti,” ujarnya.

Ketekunannya membuat karya Anwar dikenal hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Ia bahkan kerap menerima pemesanan dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

Meski demikian, tantangan tetap ia rasakan. Sejak pandemi COVID-19, omzetnya turun sekitar 30 persen karena permintaan sempat anjlok dan belum sepenuhnya pulih.

“Sekarang pesanan tetap ada, tapi tidak seramai dulu. Kami bertahan saja semampunya,” tambahnya.

Anwar berharap masih ada generasi muda yang mau belajar kerajinan kuningan agar warisan budaya ini tidak benar-benar hilang dari Banjarmasin.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka