MARTAPURA – Suasana banjir yang masih merendam wilayah Kecamatan Martapura mendadak berubah mencekam pada Selasa (6/1/2026). Warga Jalan Permata Dua RT 06, Desa Bincau Muara digegerkan oleh insiden pembunuhan yang menimpa A. Lani (59). Pria paruh baya tersebut tewas setelah mengalami serangan brutal menggunakan senjata tajam, yang diduga kuat dilakukan oleh tetangganya sendiri, Samudi.
Kejadian berdarah ini berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA dan langsung memancing kerumunan warga serta respons cepat aparat kepolisian. Tim Inafis Polres Banjar segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Martapura, Iptu M. Zulkifli, mewakili Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa terduga pelaku telah berhasil ditangkap tidak lama setelah kejadian.
”Pelaku sudah kami amankan, untuk penanganan perkara ini dilakukan langsung oleh Polres Banjar,” ujar Iptu M. Zulkifli.
Menurut keterangan saksi di lapangan, pemicu insiden ini diduga berawal dari masalah parkir kendaraan. Heni, keponakan korban, menceritakan bahwa pelaku tampak emosi ketika hendak mengeluarkan truk miliknya namun terhalang oleh deretan sepeda motor warga.
”Kondisi sedang banjir, banyak rumah terendam, sehingga warga memarkirkan motor di bahu jalan,” ungkap Heni menjelaskan situasi saat itu.
Melihat pelaku yang naik pitam, korban A. Lani disebut sempat mencoba menengahi dan menenangkan situasi agar tidak terjadi keributan. Sempat terjadi adu mulut yang dilerai oleh warga sekitar, namun emosi pelaku tampaknya belum mereda.
Samudi kemudian pulang ke rumahnya, mengambil sebilah parang, dan kembali mendatangi lokasi. Tanpa peringatan, ia langsung mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah korban hingga A. Lani tersungkur bersimbah darah.
Warga yang panik segera melarikan korban ke RSUD Ratu Zalecha Martapura demi mendapatkan pertolongan medis. Namun takdir berkata lain, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Usai menjalani pemeriksaan forensik, jenazah korban rencananya akan dibawa pihak keluarga ke Banjarmasin untuk proses pemakaman. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami kronologi serta motif detail di balik aksi nekat tersebut.
Aparat juga mengimbau agar masyarakat dapat lebih menahan diri dan mengedepankan musyawarah dalam menghadapi masalah, khususnya di tengah kondisi psikologis warga yang sedang lelah menghadapi musibah banjir.



