Kejuaraan Banjarbaru Taekwondo Festival 2026 Resmi Dibuka di GOR Rudy Resnawan, Diikuti 291 Peserta
Habarkalimantan – Banjarbaru – Pembukaan Banjarbaru Taekwondo Festival (BTF) 2026 digelar di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Sabtu (17/01/2026).
Ajang ini menjadi wadah kompetisi sekaligus promosi olahraga taekwondo bagi dojang-dojang di Banjarbaru dan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Ketua Taekwondo Indonesia Kota Banjarbaru, Indra Putera, menyampaikan BTF 2026 diikuti 13 kontingen, yakni Jorong, Tabalong, Banjar, Balangan, Shareena Jaya, Sultan Adam, Banjarbaru, Kotabaru, KTC/Kanaan, TAC, Arankar, dan Batola. Total peserta yang ambil bagian mencapai 291 orang, terdiri dari 90 peserta asal Banjarbaru dan 201 peserta dari luar Banjarbaru.
“Kegiatan kita hari ini adalah Banjarbaru Taekwondo Festival atau BTF 2026. Tujuannya memberikan sarana kepada dojang-dojang di Banjarbaru dan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan untuk berkompetisi dan mempromosikan olahraga taekwondo kepada masyarakat,” ujar Indra.

Ia menjelaskan pertandingan terbagi dalam dua kategori, yakni Festival Kyorugi (pertarungan) dan Festival Poomsae (keindahan teknik).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang sudah berkenan hadir, kepada teman-teman yang mengikuti kegiatan, dan kepada seluruh panitia yang sudah memberikan waktu, pikiran, dan tenaga demi lancarnya kegiatan hari ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru, Noor Purbani Sukma Alamsyah, mengapresiasi pelaksanaan BTF 2026 sebagai upaya mendorong peningkatan prestasi olahraga beladiri, khususnya taekwondo.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak pendukung atas inisiatif dan kerja samanya sehingga kejuaraan ini dapat terlaksana. Event ini merupakan upaya untuk meningkatkan prestasi olahraga beladiri yang bisa membawa kebanggaan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menilai taekwondo tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, tetapi juga melatih ketajaman pikiran serta membentuk mental sportivitas. Karena itu, ia berpesan agar peserta bertanding dengan semangat juara namun tetap menjunjung tinggi aturan pertandingan.
“Tekad menjadi juara memang harus dimiliki sebagai wujud sikap pantang menyerah, tapi tetap menjunjung kaedah-kaedah bertanding, terutama sportivitas, dan menghormati hasil keputusan wasit atau dewan juri,” tegasnya.
Kepada para wasit dan juri, Noor Purbani juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam memimpin jalannya pertandingan.
“Junjung tinggi profesionalitas dengan penuh ketegasan dan kejujuran,” tutupnya.


