Lawan Kejenuhan dengan Literasi: Warga Binaan Rutan Marabahan Padati Perpustakaan untuk Perluas Wawasan
MARABAHAN – Ada pemandangan menarik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan pada Selasa (24/2). Di tengah masa menjalani pembinaan, puluhan Warga Binaan tampak antusias memadati fasilitas perpustakaan rutan untuk berburu ilmu dan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
Suasana perpustakaan yang tertib dan kondusif menciptakan ruang inspiratif bagi para Warga Binaan untuk menyelami berbagai koleksi buku, mulai dari literatur keagamaan, buku keterampilan praktis, hingga pengetahuan umum.
Kegiatan membaca ini bukan sekadar pengisi waktu kosong, melainkan bagian dari Program Pembinaan Kepribadian yang konsisten dijalankan Rutan Marabahan. Tujuannya jelas: mendorong Warga Binaan untuk terus belajar, memperluas cara pandang, dan membangun pola pikir positif sebagai modal berharga saat kembali ke masyarakat nanti.
Salah seorang Warga Binaan berinisial RA mengakui bahwa keberadaan perpustakaan sangat membantu dirinya dalam mencari motivasi dan pengetahuan baru.
“Di perpustakaan ini, kami bisa memanfaatkan waktu kosong untuk mendapatkan banyak pelajaran. Bahkan ada koleksi novel yang menjadi hiburan tersendiri bagi kami di sini,” ungkap RA dengan antusias.
Pihak Rutan Marabahan berharap fasilitas perpustakaan ini dapat menjadi “jendela dunia” bagi para Warga Binaan agar tetap terhubung dengan perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan. Dengan meningkatnya minat baca, diharapkan muncul perubahan karakter yang lebih baik melalui edukasi mandiri yang tersedia di balik jeruji besi.


