BerandaHabar Barito KualaWarga Binaan Rutan Marabahan...

Warga Binaan Rutan Marabahan Sulap Sedotan Bekas Jadi Miniatur Sepeda Artistik

Terbaru

Warga Binaan Rutan Marabahan Sulap Sedotan Bekas Jadi Miniatur Sepeda Artistik

MARABAHAN – Siapa sangka, tumpukan sedotan plastik yang biasanya berakhir di tempat sampah kini bisa berubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Di tangan dingin warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan, limbah tak bernilai tersebut disulap menjadi miniatur sepeda yang detail dan proporsional, Rabu (25/2).

Karya ini menjadi bukti nyata bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi para penghuninya untuk tetap produktif dan mengasah kreativitas.

Bertempat di ruang bimbingan kerja, proses pembuatan miniatur ini dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi. Setiap bagian, mulai dari jari-jari roda, kerangka frame, hingga setang sepeda, dirakit secara manual satu demi satu.

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah), Made Urif. Menurutnya, pengawasan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis sekaligus memastikan proses produksi berjalan tertib.

“Pembinaan kemandirian harus memberikan dampak nyata. Di sini, warga binaan dilatih berpikir kreatif dan bekerja terstruktur. Mereka belajar bahwa bahan sederhana sekalipun bisa memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan benar,” ujar Made Urif.

Bagi para warga binaan, aktivitas ini lebih dari sekadar mengisi waktu luang. Y, salah satu warga binaan yang terlibat, mengaku menemukan ketenangan dan pelajaran hidup baru melalui kerajinan ini.

“Saya harus benar-benar fokus. Membuat satu miniatur sepeda ini membutuhkan kesabaran ekstra dan ketelitian. Tapi saat karyanya selesai, ada rasa bangga dan kepuasan tersendiri,” ungkap Y dengan antusias. Ia menambahkan bahwa keterampilan ini menjadi bekal berharga baginya saat bebas nanti.

Program pembinaan kemandirian di Rutan Marabahan memang dirancang untuk menyiapkan warga binaan agar memiliki skill yang relevan dengan dunia usaha. Dengan bekal kreativitas mengolah limbah menjadi barang bernilai jual, diharapkan mereka dapat berdikari secara ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui karya miniatur sepeda dari sedotan ini, Rutan Marabahan membuktikan bahwa proses pembinaan tidak hanya soal pembentukan karakter, tapi juga tentang menumbuhkan kemandirian ekonomi yang ramah lingkungan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka